Monday, April 6, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Ustadz Zuhdi Amin: Takdir Itu Rahasia Allah

gfds

 

Seorang teman bertanya kepada saya, apakah manusia bisa merubah takdirnya?

Takdir itu goresan pena Allah yang tersimpan di lauh mahfud yang berisi ketentuan ketentuan dan ketetapan bagi makhluk-Nya terutama manusia, takdir adalah rahasia Allah yang tidak akan diketahui makhluknya, manusia sejak lahir sampai mati tidak akan pernah tahu akan takdirnya, bahkan para nabi sekalipun dan para malaikat tidak akan pernah tau takdirnya.
Tetapi dalam kenyataan orang bodoh ada yang merasa mengetahui takdirnya, seperti orang yang hobi mabuk, ketika ditanya kenapa kamu mabuk, ia menjawab, “Ini takdir Allah yang sudah ditetapkan kepadaku”. Dari mana ia tahu kalau ia sudah ditakdirkan menjadi pemabuk, bukankah takdirnya itu di atas langit sana sedangkan ia di muka bumi, ia tidak tahu takdirnya yang tertulis di lauh mahfud lalu kenapa dia sudah memastikan takdirnya sendiri, sebenarnya yang membuat takdir ini manusia sendiri (seperti pendapat mazhab muktazilah) atau Allah (seperti pendapat mazhab jabariyah)?
Orang yang beriman itu mengira bahwa takdirnya di lauh mahfud itu tertulis bahwa ia beriman sepanjang hidupnya. Lalu kenapa ada orang yang beriman menjadi murtad, bahkan ateish? Banyak sekarang orang di muka bumi ini yang sombong dengan keimanannya lalu menganggap remeh orang yang belum beriman (kafir). Orang kafir pun tidak tahu takdirnya apakah selamanya ia menjadi kafir atau suatu saat nanti ia beriman?
Bukankah iman dan kufur itu sudah ketetapan Allah untuk manusia? Bukankah ketaatan dan kemaksiatan itu sudah menjadi ketentuan Allah dan semua manusia tidak tau takdirnya? Apakah Allah mentakdirkan beriman, kufur, maksiat atau taat, karena ini rahasia Allah pribadi dan manusia tidak akan tahu. Semua manusia dilahirkan dengan takdir fitrah (kenal Tuhan).

 

Takdir manusia itu dilangit, sedangkan manusia di muka bumi. Tugas manusia bukan mencari tahu takdirnya dengan pergi ke atas lagit sana, tetapi tugas manusia di muka bumi hanya diperintah mendengarkan khitab-khitab ilahi (firman-firman Allah) yang di bawa para nabi.

 

Allah menciptkan hidayah. Tugas manusia hanya ihtida’ (mencari hidayah). Allah menciptkan kekufuran. Tugas manusia hanya ijtinab kufri (menjahui kekufuran). Allah menciptakan rizki di muka bumi. Tugas manusia istizraq (mencari rezki). Ini yang di dalam ilmu kalam yang disebut al-kasab seperti yang disebutkan oleh mazhab Asyairah.

 

Contoh terang al kasab (usaha) hubungannya dengan takdir Allah: manusia melempar batu. Batu yang diambil dan yang akan dilempar itu perbuatan manusia (secara majaz/kiyasan) karena secara hakekat itu perbuatan Allah. Ketika batu itu dilempar,batu lepas dari tangannya. Gerak batu itu murni perbuatan Allah, bukan perbuatan manusia lagi. Hal ini karena batu gak bisa bergerak sendiri dan melempar dirinya sendiri.

Allah berfirman:

وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَى 
Artinya: Bukanlah kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah yang melempar.

 

Manusia itu tidak akan tahu takdirnya oleh sebab itu manusia tidak bisa merubah takdirnya. Bagaimana mungkin bisa merubah sesuatu yang sesuatu itu belum diketahui. Takdir itu di bawah kekuasaan Allah, bukan kekuasaan hamba. Imam ibn Athailah berpesan:
ارح نفسك من تدبير
Istirahatkanlah jiwamu dari usaha mengetahui takdir dan menentukan takdir. Jika kalian berserah diri, maka Allah yang mengatur.
Imam hasan al-Basri berkata: “Aku sangat bahagia dan tenang atas takdir Allah kepadaku, karena suasuatu yang sudah ditakdirkan oleh Allah untuk ku, tidak akan diambil orang”.

 

Ada riwayat israiliyat yang sangat menakjubkan. Malaikat jibril terkagum dengan orang Israil yang taat, baik sesama orang dan rajin beribadah. Lalu Allah menegur malaikat Jibril dan berkata: “Wahai Jibril, lihatlah lembaran takdir orang Israel yang kamu kagumi itu”. Lalu malaikat Jibril naik ke lauh mahfud dan membuka lembaran takdir orang israel itu. Ketika dibuka dan malaikat jibril melihat goresan takdirnya tertulis hua fi nar (dia di neraka), malaikat jibril langsung kaget dan terkejut. Kemudia Allah memanggil malaikat Jibril dan berkata: “Wahai Jibril, turunlah kamu ke muka bumi dan beritahu kepada orang yang kamu kagumi itu bahwa takdinya di neraka”. Lantas malaikat Jibril turun ke bumi dan memberi tahu orang israel tersebut. Jibril berkata: “Wahai orang Israel, Allah telah mentakdirkan kamu di neraka!”. Mendengar berita tersebut langsung orang Israel ini sujud sukur kepada Allah. Lalu Allah memanggil Jibril lagi dan berkata: “Wahai Jibril, lihatlah takdir orang Israel sekarang. Malaikat Jibril bergegas ke lauh mahfud dan langsung membuka lembaran takdir. Ternyata takdir orang Israel tersebut dia di surga. Kemudian Allah memanggil Jibril dan berkata: “Wahai Jibril, beritahu sekarang takdir orang Israel yang kamu kagumi itu”. Malaikat Jibril langsun turun ke bumi dan memberitahu takdir orang israel bahwa takdirnya di surga. Orang israel tersebut langsung sujud syukur kepada Allah.

 

Pesan Allah kepada manusia yang terucap dari Lisan kekasih-Nya Muhammad saw.:

Aku seperti apa yang ada dalam prasangka hambaku.

Iman adalah kamu beriman kepada takdir Allah yang baik maupun yang buruk.

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

fifteen + 17 =

*