Monday, September 21, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Ulul Azmi (Bagian 5)

Alquran telah memuat berbagai kisah tentang kehidupan masa lalu sebagai pembelajaran kepada umat manusia. Salah satunya melalui kisah teladan dari para Nabi dan Rasul yang bergelar Ulul Azmi.
Para Nabi dan Rasul Ulul Azmi memiliki tingkat kesabaran yang luar biasa. sehingga patut menjadi suri tauladan bagi manusia. Terutama bagi mereka yang mengkhususkan diri untuk berjuang di jalan Allah SWT.
Dari kisah para Nabi dan Rasul Ulul Azmi ini, tentunya banyak hikmah yang dapat diambil. Berikut kisah selengkapnya.
Pengertian Nabi dan Rasul Ulul Azmi
Secara etimologi, kata nabi berasal dari kata “ naba” yang berarti “ dari tempat yang tinggi. Sementara rasul berasal dari kata “ risala” yang berarti penyampaian.
Menurut Al-Alusi, dalam tafsirnya Ruh al-Ma’ani mengatakan bahwa nabi adalah seorang yang menerima wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri dan rasul wajib menyampaikan wahyu tersebut.
Sedangkan menurut Az-Zamakhsyari dalam tafsirnya al-Kasyaf, nabi merupakan seorang yang diutus Allah untuk menyeru kepada manusia supaya mengikuti syariah yang terdahulu dan rasul memiliki kitab dan syariah tersendiri.
Secara bahasa, kata ulul azmi berarti pemilik keteguhan hati. Menurut Sirojuddin dalam buku “ Ensiklopedi Islam” menyebutkan bahwa Ulul ‘Azmi (ulu al-‘azmi) artinya “ orang-orang yang mempunyai kemauan kuat dan teguh.” Ketabahan nabi dan rasul Ulul ‘Azmi tersebut sangat luar biasa. Melebihi ketabahan dan kesabaran para nabi dan rasul lainnya. Sehingga disebut dengan Ulul ‘Azmi.
Para Nabi dan Rasul yang termasuk dalam Ulul Azmi yaitu Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad SAW.

Kisah Nabi Nuh
©
Nabi Nuh diutus Allah untuk berdakwah kepada kaum Bani Rasib. Mereka adalah adalah kaum yang menyembah patung dan berhala. Selama 500 tahun dakwah Nabi Nuh, hanya sedikit dari mereka yang mau mengikuti seruan Nabi Nuh. Bahkan anak dan istri beliau pun ikut membangkang.
Suatu hari Nabi Nuh diperintahkan Allah untuk membuat sebuah kapal. Namun kaum Bani Rasib justru mencaci maki beliau. Menganggap beliau tidak waras dan perkataan kasar lainnya.
Nabi Nuh yang sudah menahan kesabaran luar biasa ini pun akhirnya berdoa. Beliau berdoa agar kaum Bani Rasib yang begitu angkuh dan sombong dilenyapkan. Orang-orang yang beriman dan mengikuti seruan Nabi Nuh pun, naik ke kapal.
Sedangkan, atas izin Allah SWT, Bani Rasib pun binasa ditelan banjir. Bahkan anak istri Nabi Nuh yang membangkang juga ikut binasa.

Kisah Nabi Ibrahim

Kisah kesabaran Nabi Ibrahim telah diceritakan dalam Alquran.
Pertama, ketikan Nabi Ibrahim berdakwah kepada kaumnya yang menyembanh berhala. Bahkan ayah beliau pun adalah seorang penyembah berhala.
Namun, seruan beliau hanya dianggap angin lalu oleh kaumnya. Meskipun sudah berkali-kali diajak untuk kembali ke jalan yang benar, namun mereka tetap ingkar.
Kisah kedua adalah tentang perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail. Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk menyembelih anaknya melalui mimpi. Dimana beliau sudah menunggu bertahun-tahun lamanya untuk mendapatkan seorang anak.
Namun dengan keteguhan hatinya, Nabi Ibrahim pun ikhlas untuk melaksanakan perintah Allah. Begitupun Nabi Ismail, yang selalu meyakinkan ayahnya.
Dan atas izin Allah, saat hari penyembelihan tiba, Nabi Ismail pun tiba-tiba diganti oleh domba yang berasal dari surga. Ini merupakan buah dari kesabaran dan keteguhan hati Nabi Ibrahim. Kisah inilah yang menjadi pembelajaran bagi umat Muslim untuk melakukan qurban.
Ketiga adalah ketika Nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namrud. Namun atas izin Allah, api yang berkobar begitu panas, justru terasa dingin saat menyentuh kulit Nabi Ibrahim.
Kisah Nabi Musa

Kisah Nabi Musa berawal saat masa kepemimpinan Raja Firaun. Pada saat itu, Firaun diramalkan akan ditumbangkan oleh seorang anak laki-laki. Atasa dasar ramalan itulah, Firaun memerintahkan untuk membunuh seluruh bayi laki-laki yang baru lahir.
Ibu Nabi Musa, Yukabad, tidak ingin bayi kecilnya dibunuh. Ia pun mencari cara lain untuk menyelamatkan Nabi Musa. Akhirnya, ia menghanyutkan Nabi Musa di sungai Nil.
Atas izin Allah, Nabi Musa pun menyelamatkannya. Nabi Musa yang hanyut pun ditemukan oleh keluarga Firaun. Yang justru mengadopsinya. Bahkan merawat Nabi Musa hingga tumbuh dewasa.
Saat dewasa, Nabi Musa pun mendapat perintah untuk berdakwah. Beliau selalu berhadapan dengan para penyihir di istana Firaun. Hingga akhirnya, Nabi Musa diperintahkan untuk membelah lautan menggunakan tongkatnya. Dan atas izin Allah, laut itu pun terbelah. Dan pasukan Firaun pun binasa didalam lautan yang terbelah itu.

Kisah Nabi Isa

Nabi Isa lahir dari seorang wanita suci bernama Maryam. Ia pun merawat Nabi Isa dengan penuh kesabaran.
Saat berusia 30 tahun, Nabi Isa pun diangkat menjadi nabi. Beliau pun diperintahkan untuk berdakwah kepada kaum Bani Israil. Namun, cobaan bertubi-tubi menerpa perjalanan dakwah Nabi Isa.
Saat beliau sedang bersembunyi, seorang pengkhianat bernama Yahuza pun memberitahukan keberadaan Nabi Isa untuk ditangkap dan disalib.
Namun, atas izin Allah, wajah Nabi Isa digantikan oleh Yahuza. Yahuza pun terbunuh. Dan Nabi Isa naik ke atas langit.

Kisah Nabi Muhammad

Begitu banyak kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW. Dan betapa luar biasanya kesabaran dan keteguhan Nabi Muhammad dalam berdakwah.
Beliau sama sekali tak pernah menyimpan dendam. Meskipun selalu diperlakukan buruk oleh kaum beliau dimasa itu. Namun, Nabi Muhammad tetap bersabar. Dan tidak pernah membalas perlakuan mereka.
Banyak kisah yang diceritakan tentang bagaimana orang-orang yang masuk Islam, awalnya adalah mereka yang sangat membenci Nabi Muhammad. Salah satunya kisah seorang nenek yang kala itu sedang dalam bersusah payah membawa beban.
Nabi pun langsung membantu nenek tersebut. Namun, selama perjalanan, nenek tersebut hanya menjelek-jelekan tentang Nabi Muhammad. Ia tak sadar bahwa yang menolongnya adalah Nabi yang sedang ia jelekan. Namun Nabi tetap mendengarkan ocehan nenek tersebut tanpa berkata apa-apa.

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

twenty + 5 =

*