Sunday, January 17, 2021
Artikel Terbaru
 border=
 border=

“Tuhan Membusuk”; Cermin Kegagalan Sistem Pendidikan Ilmiah di Universitas Islam

UIN-ada-spanduk-Tuhan-Membusuk-di-UIN-Sunan-Ampel-2-jpeg_image_

Belakangan, masyarakat dihebohkan dengan tulisan besar dari mahasiswa Islam yang bertuliskan “Tuhan Membusuk”. Jika ditanyakan kepada mereka mengenai latarbelakang dan maksud dari tulisan tadi, tentu akan banyak apologi yang akan dijadikan sebagai justifikasi.

 

Tulisan itu kelihatannya sederhana, namun mencerminkan sifat psikologis mahasiswa. tulisan itu menunjukkan bahwa mahasiswa di Universitas Islam, menyukai pemikiran “latah” dan suka show untuk sekadar menunjukkan eksistensi.

 

 

Sangat disayangkan jika untuk terkenal, harus dengan “mengencingi air zam-zam”. Mahasiswa adalah insan akademis yang sejatinya lebih mengedepankan karya tulis ilmiah dibandingkan hanya satu dua penggal kata untuk kemudian membuat hebah masyarakat.

 

Jika mereka mahasiswa Ushuluddin dan mengambil jurusan akidah filsafat, mereka bisa menulis banyak hal terkait dengan spesialisasi mereka. Jika mereka prihatin dengan realitas kontemporer dengan alam materialis, mereka bisa menuliskan secara apik mengenai kelemahan dan dampak negatif paham materialisme baik secara akidah maupun sosial. Jika mereka melihat masyarakat telah “membusukkan Tuhan”, mereka bisa menulis berbagai penyakit masyarakat tersebut kemudian dicari obat alternatif sehingga masyarakat kembali ke jalan yang lurus sesuai dengan ajaran Islam.

 

Atau, bisa saja mereka mengangkat tema-tema klasik untuk dihidupkan kembali dan disosialisasiikan ke kalangan intelektual muslim kontemporer, supaya mereka tidak dininabobokkan dengan berbagai paham fislafat Barat. Rasionalisme Ibnu Rusyd, sufisme Ibnu Arabi, negara ideal Alfarabi, filsafat akhlak Ibnu Miskawaeh, dan banyak lagi tema menarik yang bisa diwacanakan.

 

Jika mereka bergelut di bidang ilmu kalam, bisa menulis tentang berbagai aliran ilmu kalam klasik, ilmu kalam dan realitas kontemporer, rekonstruksi ilmu kalam, kebebasan manusia dalam pandangan ulama kalam, kosmologi kalam dan lain sebagainya.

 

 

Tulisan-tulisan ilmiah dengan tema-tema diatas jauh lebih bermanfaat, baik bagi mahasiswa sendiri maupun bagi masyarakat Islam secara umum.

 

Mahasiswa sejatinya ditradisikan dengan materi keilmuan dan penulisan ilmiah, bukan membuat coretan satu dua penggal kata yang justru kontra prdokuktif.

 

Spanduk tadi, justru mencerminkan mengenai kegagalan Universitas Islam dalam mendidik mahasiswanya untuk menjadi insan akademis. Universitas Islam gagal dalam menanamkan jiwa ilmu dan hanya sukses memberikan pemikiran latah tanpa dilandasi dengan dasar keilmuan yang memadai. Wallahu a’lam

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

seventeen + two =

*