Saturday, May 30, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Syaih Azhar: Ahli Sunnah Mencakup Asy’ariyah, Maturidiyah dan Ahlul Hadis

fdsah

 

Beberapa waktu lalu, pada hari Kamis (25/06/2016) dilaksanakan konferensi di Chechnya dengan mengangkat tema “Siapakah Ahli Sunah Wal Jamaah”. Acara tersebut diselenggarakan oleh para Ulama Chechnya dengan mengundang kurang lebih 200 ulama dari berbagai Negara. Di antara yang diundang dalam konferensi tersebut adalah Imam Akbar Syaih Azhar  Dr. Ahmad Thayib.

 

Namun pasca Muktamar, terjadi perdebatan cukup panjang antara para ulama dunia. Tidak sedikit para ulama yang mencaci dan menghujat syaih Azhar dengan menuduh sebagai ulama sulthan dan lain sebagainya. Tuduhan-tuduhan itu muncul karena di Bayan Khitami tidak memasukkan atsariyah, atau ahlul hadis sebagai bagian dari ahli sunnah. Dari sini seakan ahlul hadis dikeluarkan dari kelompok ahli sunnah

 

Mereka juga tidak melirik terhadap 11 poin hasil muktamar yang mendukung perkembangan Islam di dunia baik melalui penelitian ilmiah, kerjasama antar lembaga dan universitas Islam, dakwah media seperti membuat channel TV  Islam khususnya di  Rusia, system pendidikan Islam jarak jauh dan lain sebagainya. Padahal 11 poin rekomendasi yang dihasilkan muktamar tersebut sangat konstruktif dan memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan dakwah Islam di dunia Internasional.

 

Sebenarnya, apa yang dipertentangnan mereka ini tidak berdasar. Di kalangan Asyariyah terdapat dua cara pandang terhadap nas-nas yang diangap mutasyabihat, pertama takwil dan kedua tafwid. Keduanya diakui dan diakomodir sebagai bagian dari madzhab Asy’ari. Jika pun atsariyah atau ahli hadis tidak dimasukkan ke Bayan Khitami, sesungguhnya mereka telah terakomodir dari salah satu cara pandang ulama kalam tersebut. Terkait hal ini, bisa kita lihat bait syiir dari kitab Jauharatuttauhid karya Ibrahim Al-Laqani al-Maliki yang wafat tahun 1041 H berikut ini:

وكل نص أوهم التشبيها … أوله أو فوض ورم تنزيها

 

Artinya: Jika ada nas yang nampaknya bersifat mutasyabih, maka dilakukan takwil, atau tafwid namun tetap mengedepankan tanzih

 

Selain itu dalam presentasinya, Syaih Azhar berkali-kali menyampaikan bahwa Ahli Sunnah terdiri dari tiga kelompok, yaitu Asyariyah, Maturdiyah dan Ahlul Hadis. Meski secara sharih Syaih Azhar menyatakan tiga golongan Ahli Sunnah, anehnya, pernyataan beliau ini hilang di media. Pada akhirnya, beliau menjadi ulama yang paling dihujat dalam muktamar tersebut. Untuk meluruskan pernyataan Syaih Azhar Ahmad Toyib, sengaja saya menerjemahkan pidato Beliau seperti yang diungguh di youtube.com. Untuk link kami tulis di ahir tulisan:

 

“Sebagaimana yang diajarkan di Pasca Sarjana bahwa Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah Asy’ariyah, Maturidiyah dah Ahlul Hadis. Fuqaha Hanafiyah, Malikiyah, Syafiiyah dan kalangan moderat dari Mazhab Hambali, mereka semua merupakan bagian dari Ahli Sunnah. Pendapat ini juga diungkapkan oleh Sulthanul Ulama Izudin Ibnu Abdussalam, bahwa Ahli Sunnah mencakup para ulama kalam, fuqaha, muhaditsin, ahli tasawuf, irsyad, ulama qulub, ahli nahwu dan lughah. Istilah ahli sunah yang demikian ini dikuatkan oleh para ulama Asy’ari mutakadimin pasca wafatnya imam Asyari seperti pendapat Imam Besar Hujjatul Mutakallimin Abi Mansur Abdul Qahir al-Bagdadi di bukunya al-Farqu Bainal Firaq dan kitab ushuluddin. Juga pendapat Abu Muzhafar al-Isfiraini di bukunya Tafsir Fi ushuliddin.

 

Istilah Ahli Sunnah seperti ini juga menjadi pegangan mayoritas ulama beberapa abad setelah mereka, seperti Imam Abu Walid Ibnu Rusyd al-Maliki al-Jad sampai imam al-Isfiraini al-Hambali yang mengatakan bahwa Ahli sunnah terdii dari tiga kelompok, al-Atsariyah dengan imamnya Ahmad Ibnu Hambal, Asy’ariyah dengan imamnya Imam Abu Hasan al-Asyari dan Maturidiyah dengan imamnya Abu Mansur al-Maturidi.

 

Saya berharap kepada kalian wahai rakyat Chechnya dan juga seluruh muslim Rusia untuk tetap berpegang pada mazhab Ahli Sunnah wal Jamaah, yaitu mazhabnya Asy’airah, Maturidiyah, Ahlil Hadis, Ahli Tasawuf dan suluk, mazhab penyeru persaudaraan dan perdamaian, madzhab yang menganjurkan saling kenal dan tolong menolong antar sesama. Peganglah kuat-kuat madzhab Ahli Sunnah, ajarkan kepada anak-anak kalian, jadikan ia sebagai manhaj pendidikan di sekolah-sekolah dan universitas kalian. Hadapi orang yang melawan kalian  dengan hujah dan bukti, hadapi mereka yang menyerang kalian, mereka yang berupaya untuk menggantinya dengan mazhab yang sesat, bidah dan yang selalu mengajak umat untuk melakukan perbuatan munkar seperti pembunuhan, perang, menyeru pada penghancuran, , dengki kepada islam dan benci kepada umat Islam.”

 

Untuk video lengkapnya bisa dilihat 2 link berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=7cA9HQ0hRYQ

 

 

=====================
Telah dibuka pendaftaran Pondok Almuflihun untuk Tahfez dan Ngaji Turas Islam. Informasi lebih lanjut, hubungi Ust Toyib Arifin (085868753674). Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

five × 4 =

*