Thursday, December 3, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Soal Bahas Kitab Barzanji

Tanyakan pada rumput yang bergoyang, kata Ebit.

Jika kita memahami kalimat tersebut apa adanya, akan dianggap aneh oleh banyak orang, bahkan oleh penulis syair sendiri.

Karena penulis syair menggunakan bahasa kiyasan. Yang dimaksudkan juga bukan kata yang sesungguhnya.
Ini bagian dari sastra. Kadang banyak ungkapan berlebihan dan tidak masuk akal. Sastra itu bahasa hati. Apalagi terkait cinta. kadang kata kata, tidak mampu mengungkapkan rasa cinta yang sesungguhnya. Bahasa terlalu terbatas. Perasaan cinta kadang diluar batas.

Di Duni Arab, buku seperti barzanji, Burdah dan sastra pujian rasul lainya, biasa dijual di rak sastra, bukan rak sejarah. Para pakar sejarah pun, tidak pernah menjadikan buku buku itu sebagai nukilan sejarah. Ya, karena ia buku sastra, bukan buku sejarah.

Memukul sejarah dari bukit sastra, bisa menyesatkan.
Memahami arti tekstual dari buku sastra, juga bisa tersesat. Apakah para sastrawan itu salah?
Tentu tidak.
Toh dalam Quran juga banyak ungkapan sastra. Firman Allah,
Dan berilah kabar gembira dengan siksa neraka yang sangat pedih”.
Siksa kok kabar gembira? Bagaimana ini?
Firman Allah,
“Buahnya seperti kepala setan”, emang kita semua pernah liat setan? Emang kepala setan seperti apa?

Inilah dunia sastra. Dunia yang sangat uni. Dan sastrawan Arab lumpuh dg datangnya bahasa Al Qur’an yang melebihi sastra. Karena ia firman Allah, yang maha kuasa.
Wallahu a’lam

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

6 + 8 =

*