Sunday, January 17, 2021
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Shalat Itu Doa

287

Shalat secara bahasa adalah doa. Jika kita renungkan dari awal takbiratul ihram hingga salam, maka kita akan mendapati bahwa bacaan-bacaan shalat merupakan doa. Bermula dari ungkapan kebesaran Allah, lalu doa iftitah, lalu membaca surat al-fatihah dan seterusnya. Doa-doa itu menuntun dan memberikan bimbingan kepada kita agar selalu tunduk hanya kepada Allah semata.

 

Doa dibagi menjadi dua, pertama doa yang bersifat tsana, atau pujian dan kedua berbentuk thalatb atau permintaan. Tatkala kita membaca takbir, tahmid dan tahlil, sesungguhnya kita juga sedang berdoa. Tatkala kita meminta sesuatu kepada Allah, bearti kita juga sedang berdoa. Doa yang baik, adalah doa yang bermula dari tsana sebelum thalab, memuji keagungan Allah, sebelum kita meminta sesuatu kepada Allah.

 

Doa, artinya kita meminta. Posisi orang yang meminta selalu lebih rendah dari yang diminta. Mereka yang memberi, mempunyai posisi yang lebih tinggi. Maka dalam berdoa itu banyak etika yang hendaknya dilakukan seorang hamba, seperti sifat khusyu dan bersungguh-sungguh dalam meminta.

 

Dalam shalat, doa-doa itu berbentuk tsana dan thalab. Jika kita memahami benar makna doa-doa yang ada dalam shalat, itu akan membantu kita khusyu dalam shalat. Doa-doa tadi akan semakin meyakinkan bahwa kita hanyalah seorang hamba yang tidak ada artinya sama sekali di bawah kuasa Allah.

 

Dari sekiatn banyak doa, ada satu doa yang mempunyai makna sangat dalam, yaitu doa tatkala duduk di antara dua sujud. Penggalan doa itu adalah “wajburnii“. Secara bahasa, arti dari  “wajburnii” adalah “paksalah aku”. Artinya, kita memohon kepada Allah agar dengan kuasa-Nya bisa memaksa kita untuk selalu tunduk terhadap syariat-Nya, melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Wajburni maksudnya kita meminta kepada kuasa Allah agar memaksa kita supaya tidak malas untuk berjalan sesuai dengan syariat-Nya

 

Mengapa kita meminta dengan kuasa Allah untuk memaksa kita? Ya, itu karena sifat manusiawi yang kadang malas. Sifat manusiawi yang lemah dan kadang mengikuti hawa nafsu. Doa ini merupakan wujud pengakuan diri bahwa kita memang hamba Allah yang sangat lemah dalam segala hal. Bahkan untuk beribadah sekalipun kita harus dipaksa. Doa ini, menjadi pendorong bagi kita untuk menjauh dari segala bisikan setan dan tetap berada dalam rel kebenaran.

 

Semoga dengan shalat, kita menjadi hamba yang khusyu, hamba yang tunduk dan hamba yang taat. Semoga shalat kita bukan sekadar ekspresi keberagamaan semata, namun merupakan wujud penghambaan kepada Allah Yang Maha Kuasa. Amin.

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

17 − 13 =

*