Tuesday, September 17, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Sepintas Tentang Kisah Israiliyat

 rabbis_pollardIsrailiyat secara singkat merupakan kumpulan cerita yang berasal dari agama Yahudi dan Nasrani mengenai berita masa lalu, terutama terkait cerita tentang nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw. Kebanyakan kisah Israiliyat berasal dari agama Yahudi. Hal ini karena umat Islam Madinah pada waktu itu, lebih banyak berinteraksi dengan agama Yahudi dibandingkan dengan agama Nasrani.

 

Kisah Israiliya muncul karena ada kesamaan tema yang dibahas oleh al-Quran dengan kitab-kiotab sebelumnya, yaitu kitab Taurat dan Injil. Seringkali kisah-kisah yang terdapat dalam al-Quran masih bersifat global dan tidak rinci. Kemudian para mufasir mendapati kisah serupa dalam kitab Taurat dan Injil dengan penjelasan yang lebih rinci. Lantas mereka mengambil cerita-cerita tersebut untuk memperkaya pengetahuan mengenai materi yang dimaksud.

 

Kebanyakan kisah Israiliya berasal dari sahabat Kaab bin Akhbar. Hal ini tidak aneh, karena Kaab sebelum masuk Islam adalah Rabbi Yahudi yang sangat ternama. Jadi ia memahami benar cerita yang terkandung dalam kitab Taurat.

 

Dalam menyikapi kisah Israiliyat ini, para ulama membagi menjadi tiga:

Pertama, kisah-kisah yang boleh diterima, yaitu yang kisah yang mempunyai kesamaan cerita dengan yang disebutkan oleh al-Quran maupun Sunnah Nabi, seperti nama Nabi Khidir dalam kitab taurat yang juga disebutkan dalam hadis shahih Bukhari.

 

Kedua, kisah-kisah yang kita tidak dapat menyimpulkan bahwa ia benar adanya, atau menolak kesalahannya. Hal ini karena tidak ada berita dari al-Quran maupun Sunnah yang membenarkan atau menyangkal terhadap kisah-kisah tersebut. Kisah inilah yang sesungguhnya disabdakan oleh Nabi Muhammad saw, “Jangan kalian percaya dengan cerita ahli kitab, namun kalian juga jangan mengingkari cerita mereka. Cukuplah kalian mengatakan, “Kami beriman kepada Allah dan beriman atas apa yang diturunkan kepada kami” Para ulama menyatakan bahkwa menceritakan kisah-kisah tersebut dibolehkan, jika hanya digunakan untuk ambil pelajaran dan hikmahnya saja.

 

Ketiga tertolak, yaitu kisah-kisah yang tidak sesuai dengan syariat Islam dan secara kebenarannya memang sudah ditolak oleh al-Quran dan as-Sunnah. Secara tegasm para ulama melarang penyebaran kisah-kisah tersebut. Kenyataannya, banyak sekali kisah-kisah Israiliyat yang masuk ke dalam al-Quran. Oleh karenanya, banyak usaha para ulama untuk membersihkan kitab-kitab tafsir dari kisah-kisah seperti ini dengan harapan bahwa tafsiran al-Quran dan as-Sunnah dapat sampai kepada kita secara benar. Di antara ulama yang mencoba menyingkirkan kisah-kisah Istaililat tersebut adalah Dr. Ubadah al-Kabisyi dalam kitabnya, Tafsirul Khazin wal Israiliyat, Syaikh Muhammad Husain az-Zahabi dalam kitabnya al-Israiliyat fi at-Tafsir wa al-Hadis, Dr. Shalah Abdul Fattah dalam kitabnya Israiliyat Ma’ashirah dan lain sebagainya.

 

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

thirteen − 1 =

*