Thursday, September 20, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Sepintas Kitab Nuzhum Waraqat

  • Pagi para pengkaji ilmu ushul fikih, kitab waraqat karya imam juwaini tentu tidak asing.

Kitab ini adalah kitab ushul fikih yang sangat ringkas, hanya 10 halaman dan terdiri dari 212 bait syiir.

Penulis sendiri memberikan nama kayanya dg waraqat, atau beberapa lembar kertas, karena memang bahasan yang sangat ringkas dan terdiri hanya beberaoa hakaman saja.

Namun siapa sangka, meski tipis, namun bahasannya mencakup seluruh kajian ilmu ushul Fikih, seperi mukadimah ushuliyah, sumber hukum, hukum taklifi, hukum wadh’i, am, khas, mujmal, mufasaar, nasah, kiyas, ijma, ijtihad, taklif, muft, mustafti dan lain sebagainya. Ini menunjukkan mengenai kepakaran dan kepiawaian beliau dalam mengupas ilmu ushul fikih

Penulisan buku ini, menurut pengakuan beliau seperti di bab awal disampaikan bahwa hal itu karena banyaknya permintaan para santri agar beliau menulis buku ushul fikih seserhana dan gampang dihafal.

Beliau pun meenyatakan bahwa beliau tidak sanggup untuk menolak permintaan mulia tsb. Pada ahirnya, beliau menulis kitab ushul dalam bait-bait syair. Kelbihannya, ia mudah dihafal oleh para santri.

Tidak mudah sesungguhnya meringkas kitab besar menjadi beberappa halaman saja, apalagi dalam bentuk syiir. Butuh kepiawaian bahasa, karena syiir arab punya standar dan rumusan yg biasa disebut dg bahr. Ada 16 rumusan syiir, dan tiap rumusan, mempunyai ketukan musik tersendiri. Biasanya satu kitab syiir, hanya menggunakan satu bahar sehingga syiir mempunyai ketukan sama dan syiir dapat dinyanyikan secara berirama. Waraqat, tidak lepas dari rumusan syiir itu.

Dalam kitab ini, imam haramain semacam membuat rekonstruksi ilmu ushul, atau ushul dg model baru. Umumnys kitab ushul aliran syafiiyah tidak lepas dari bahasan kalam dimana rumusan ushulnya banyak terpengaruh kajian kalam spt dialog ilmiah muktazilah dan asyairah. Hal ini dapat dilihat misalnya kitab al ahdi karya qadhi abdul jabbar, al mu’tamad karya husain al basri, atau al birhan karya imam haramain dan al mustasfa karya ghazali.

Di sini, imam haramain berusaha melepas bahasan kalam dan konsentrasi pada landasan teoritis.

Meski demikian, kajian ilmu mantik tetap terasa. Ilmu mantik mulai merasuk dalam kajian ushul fikih. Kelak, ditangan muridnya, imam al ghazali, mantik dijadikan seagai mukadimah dalam kajian ilmu ushul fikih.

Baanyak yg telah menyarah kitab ini sehingga mudah dipahami. Di antaa ulama kontemporer yg memberikan syarah secara apik dan mudah adalah syaih muhammad bin shalih al utsaimin yg diberi judul, “syahu nuzhumil waraqat.
Dg syarah beliau, kitab waraqat menjadi semakin renyah. Silahkan dicemil….. (Pukul 01.51/dini hari, di sekretariat majelis tabligh PP Muhammadiyah)

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open