Thursday, August 16, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Sarana Mengetahui Ilmu Maqashid; Pembicara

imagesdsa
Pembicara merupakan unsur kedua untuk memahami sebuah wicana. Pembicara sangat penting, karena ia yang menjadi unsur utama munculnya suatu wicana. Tanpa pembicara, wicana tidak akan pernah ada. Oleh karenanya, perlu kiranya memberikan perhatian pada pembicara ini. Setidaknya ada beberapa urgensi mengapa kita harus memperhatikan pembicara untuk menangkap makna, di antaranya sebagai berikut:

  1. A) Kemampuan pembicara dalam mengungkapkan sebuah wicana.

Tiap orang ingin berkomunikasi dengan ungkapan kata-kata untuk mengekspresikan apa yang ada dalam benaknya. Hanya saja, dalam mengeluarkan ungkapan kalimat, antara satu orang dengan lainnya mempunyai tingkatan yang berbeda-beda. Ada yang bisa menyampaikan dengan baik, namun ada juga yang sukanya berbelit-belit. Makin baik ungkapannya, makin bagus. Ungkapan yang baik adalah ungkapan yang padat dan jelas serta mudah dimengerti. Dalam bahasa Arab, ungkapan seperti ini sering disebut dengan fashih atau baligh.

 

Semakin fasih seseorang, semakin mudah makna ditangkap. Al-Quran adalah kalam terfasih. Ia oleh al-Quran disebut dengan istilah “Arabiyyin Mubin”, atau menggunakan bahasa Arab yang jelas.

 

قُرْءَانًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِى عِوَجٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

 

(Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa. (QS. Az-Zumar: 28)

 

وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَٰهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا ۚ وَلَئِنِ ٱتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم بَعْدَمَا جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا وَاقٍ

 

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar-Ra’d: 37)

 

 

 

Keindahan bahasa Arab ini menjadi rahasia al-Quran dan dianggap sebagai salah satu mukjizat al-Quran. Allahs sendiri menantang bangsa Arab untuk dapat mengungguli bahasa al-Quran, namun mereka lemah. Firman Allah:

 

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur’ân ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. [ al-Isrâ’/17:88]

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ﴿١٣﴾فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Bahkan mereka mengatakan, “Muhammad telah membuat-buat al-Qur’ân itu!” Katakanlah, “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang dibuat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allâh, jika kamu memang orang-orang yang benar”. Jika mereka (yang kamu seru itu) tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu, maka ketahuilah, sesungguhnya al-Qur’ân itu diturunkan dengan ilmu Allâh, dan bahwasanya tidak ada Tuhan yang haq selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)? [Hûd/11: 13-14]

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِين ﴿٢٣﴾فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’ân yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’ân itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir. [ al-Baqarah/2: 23-24]

 

 

Demikian juga dengan Nabi muhammad saw. Beliau ketika bicara sangat fasih. Bahkan bahasa yang biasa beliau sampaikan sering dianggap sebagai bahasa terfasih yang digunakan orang Arab. Rasulullah saw bersabda:

انا أفصَح العَرَب مَيْد أني من قريش

Saya adalah orang Arab yang paling fasih karena saya dari suku Qurais. (HR. Thabrani)

 

Fasih maksudnya, kemampuan seseorang memilih kata dan ungkapan kalimat sehingga bahasa yang digunakan baik dan benar. Fasih bearti bahasanya jelas dan terang serta maknanya mudah dipahami. Makin ringkas dan jelas sebuah ungkapan kalimat semakin dianggap fasih. Semakin panjang dan bertele tele, semakin tidak fasih. Fasih terkadang juga mengandung nilai sastra, tentu sesuai dengan kaedah kebahasaan. Al-Quran adalah nas terfasih karena mempunyai tingkatan bahasa yang baik dan benar. Tidak ada satu kata pun dalam al-Quran yang menyalahi kaedah bahasa Arab, asing atau bertele-tele. Bahasa al-Quran sangat jelas dan tegas.

 

وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ * نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ * عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ * بِلِسَانٍ

عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ

(Al-Qur`an) itu dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril ‘Alaihis Salam).َ Kedalam hatimu (Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, ٍdengan bahasa Arab yang jelas.” [QS. Asy-Syu’ara ayat 193-195].

 
====================
Telah dibuka pendaftaran Pondok Almuflihun untuk Tahfez dan Ngaji Turas Islam. Informasi lebih lanjut, hubungi Ust Toyib Arifin (085868753674). Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open