Tuesday, June 19, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Relasi Antara Maslahat Amah dan Khasah Terhadap Aksi Terorisme

Ibnu Asyur membagi maslahat menjadi dua, yaitu maslahat amah dan maslahat khassah. Pertama, maslahat amah adalah perkara yang mengandung maslhat bagi publik secara luas. Ia bukan bagian dari maslahat parsial yang sifatnya sangat personal. Memang individu masuk di dalamnya, hanya saja bukan sebagai individu, namun sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat.

Contoh: melindungi kepentingan umum dari kerusakan. Yang dimaksudkan dengan kepentingan umum adalah sarana dan prasarana publik atau infrastruktur yang biasa digunakan oleh masyarakat, seperti jalan raya, saraa air minum, listrik dan lain sebagainya. Jika ada kerusakan dari barang-barang di atas, maka yang rugi adalah semua lapisan masyarakat, bukan satu dua orang saja.

Insfrastruktur tadi menjadi hak publik dan dimanfaatkan oleh publik. Ia harus dijaga dan dilindungi. Siapapun dilarang keras untuk melakukan pengrusakan terhadap hak-hak milik publik tadi. Mereka yang merusak hak publik, jika kita mengacu pada definisi teroris seperti yang kami sampaikan di atas, maka ia dianggap sebagai pelaku terror dan dianggap teroris. Dikatakan demikian, karena ia adalah seseorang yang merampas dan menghancurkan hak milik orang banyak yang secara resmi telah diakui oleh syariat. Jadi, pelaku pencurian listrik, perusak jalan raya, pencurian besi rel kereta api, perusak taman dan barang-barang publik lainnya dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap maqashid ammah.

Apalagi jika pelanggaran terhadap sarana publik ini dilakukan dengan cara-cara biadab seperti pengeboman dan penghancuran sarana publik secara sengaja, mereka bukan saja dianggap melanggar maqashid syariah, namun juga mengumumkan perang dengan Allah dan rasul-Nya. Jenis hukuman yang akan dijatuhkan bagi pelaku pengrusakan barang publik ini disesuaikan dengan kesalahan dan kerugian yang dilakukan. Bahkan jika sampai menelan korban jiwa, ia bisa dihukum mati atau salib. (QS. Al-Maidah:33)

Kedua, maslahat khasah adalah segala perkara yang mengandung maslahat bagi individu. Meski sifatnya parsial dan sangat personal, namum maslahat individu ini sesungguhnya ada kaitan dengan maslahat orang banyak. Jika tiap individu mendapatkan maslahatnya secara benar, maka secara otomatis juga akan berimpikasi positif terhadap maslahat publik. Demikian juga jika maslahat individu ini terganggu, bisa berdampak pula kepada maslahat yang dimiliki orang lain.

Contoh, melindungi harta setiap individu agar tidak dicuri orang. Ini terkait dengan urusan pribadi. Jika setiap individu dapat merasa aman dari berbagai kejahatan, secara otomatis juga akan berimplikasi kepada keamanan dalam masyarakat. Pelaku krimina dan teror terhadap harta milik seseorang, baik dengan melakukan pencopetan, perampokan atau pencurian akan mendatkan hukuman yang sangat berat. Pelaku terror ini telah melanggar prinsip perlindungan terhadap maslahat khasah atau kepentingan individu. Dalam ilmu maqashid, ia telah melanggar hifzul mal (perlindungan terhadap harta benda).

Dr. Yusuf Alim membagi maslahat menjadi dua, yaitu kulliyyah dan juz’iyyah. Pembagian kulliyah dan juz’iyyah ini sebenarnya mirip dengan apa yang dipaparkan oleh Ibnu Asyur, hanya saja redaksi bahasanya saja yang berbeda.

Dr. Yusuf Alim memcontohkan maslahat kulliyah, seperti melindungi akidah umat, melindungi persatuan umat agar tidak terpecah belah dan tercerai berai, menjaga agama agar tetap eksis, menjaga kota suci umat Islam seperti Mekkah, Madinah dan aqsha agar tidak jatuh ke tangan orang kafir. Juga melindungi al-Quran agar tidak punah dari muka bumi.

Semetnara maslahat juz’iyyat contohnya adalah melindungi hak-hak individu, seperti melindungi harta bendanya dan lain sebgainya. Baik maslahat kulliyyah (amah) atau jus’iyyah (kahshah) mempunyai tingkatan-tingkatan yang akan kita bahas kemudian. Semua maslahat tadi mendapat perhatian yang besar oleh syariah supaya mendapatkan perlindungan.

Dalam sekala yang lebih luas, serangan negara-negara besar yang dilancarkan kepada Negara lain tanpa ada alasan yang jelas, yang pada akhirnya menghancurkan infrastruktur suatu Negara, adalah sebuah tindakan terorisme yang sangat nyata. Sikap Israel yang membumihanguskan tanah Palestina dan merusak berbagai layanan publik di sana jelas-jelas melanggar prinsip maqashid syariah. Apalagi tindakan negara besar dan Israel ini tidak hanya menghanucurkan sarana publik, namun juga maslahat khasshah. Harta milik rakyat, hak mereka untuk mendapatkan pendidikan dan penghidupan, bahkan untuk sekadar bisa hidup mereka rampas dengan sangat mudah.

Aksi terorisme juga dilakukan oleh kelompo-kelompok Islam radikal seperti ISIS, Jamaah Islamiyah, Ansharu Baitil Maqdis dan lain sebagainya. Pengeboman yang mengakibatkan rusaknya sarana publik dan juga harta individu, jelas telah melanggar prinsip syariah. Mereka telah melanggar maslahat amah dan khashah sekaligus.

Di tanah air, pembakaran hutan yang dilakukan oleh perusahaan yang tidak bertanggungjawab juga melanggar sarana publik. Akibat aksi bakar tersebut, mengganggu berbagai aktivitas ekonomi. Selain itu, hak-hak pribadi seseorang untuk mendapatkan penghidupan dan pendidikan juga terganggu. Bahkan mereka melanggar setiap individu untuk dapat menghirup oksigen yang bersih. Sikap perusahaan pembakar hutan yang tidak melihat aspek social ini, jelas-jelas merupakan aksi terorisme. Ia melanggar maslahat amah dan khasah sekaligus.

Pembunuhan yang dilakukan oleh aparat terhadap terduga teroris yang belum ditetapkan sebagai tersangka oleh pengadilan, atau bukan karena sikap untuk membela diri juga bagian dari pelanggaran terhadap hak individu. Penangkapan dan bahkan pembunuhan tanpak prosedur yang benar tersebut jelas melanggar prinsip maqashid khasah yang merupakan bagian dari maqashid syariah sebagai bagian dari perlindungan terhadap jiwa seseorang (hifzunnafs).

Jadi, aksi terorisme secara nyata nampak dari berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh banyak pihak. Aksi terorisme yang merupakan upaya mengambil hak orang lain secara tidak sah menurut maqashid syariah, bisa dilakukan oleh individu, kelompok, perusahaan, pemangku kebijakan dan bahkan Negara adi kuasa sekalipun.

======================
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open