Tuesday, August 4, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Ragu Belum Wudhu Atau Sudah?

Assalamu alaikum

Bagaimana pendapat kalian kalau misal ada si fulan mau shalat tapi lupa dia apakah saya sudah punya wudhu atau tidak sedangkan waktu shalat sedangh berlangsung? Bagaimana kita menyikapi hal tersebut?

 

Waalaikum salam

Jika seseorang akan shalat dan lupa bahwa dia sudah wudhu atau belum, maka harus dilihat terkait kebiaswaan dia, apakah dia sering dalam keadaan wudhu atau tidak. Jika ia, bearti ia dianggap telah berwudhu.

Namun jika dia biasanya tidak wudhu, maka ia dianggap belum berwudhu.

Hal ini sesuai dengan kaedah ushul berikut

بقاء ما كان على ما كان

Sesuatu itu akan dikembalikan kepada asal suatu perbuatan.

 

Kaedah di atas berasal dari pemahaman terhadap hadis berikut:

عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ.

رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ، وَقاَلَ التِّرْمِذِيُّ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ.

Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kesayangannya radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku hafal (sebuah hadits) dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tinggalkanlah yang meragukanmu lalu ambillah yang tidak meragukanmu.’” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih) [HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i)

Wallahu a’lam

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

2 × three =

*