Wednesday, February 26, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Qudumul Alam Antar Ibnu Taimiyah Dan Ibnu Rusyd

unduhan (2)

 

Sebelumnya disebutkan bahwa Ibnu Taimiyah melihat alam dari dua sisi, pertama alam sebagai sesuatu yang factual (bil fi’l). Dari sisi ini menurut Ibnu Taimiyah alam sifatnya hadis. Kedua, dari sisi imkan hawadis la awwala laha, bahwa alam sifatnya mumkin dan bahwa sifat imkan ini bila ditarik ke belakang akan terus berjalan tanpa batas. Di sini artinya alam bersifat qadim. Pertanyaannya, apakah konsep Ibnu Taimiyah ini sama dengan Ibnu Rusd?

 

 

Seperti halnya Ibnu Taimiyah, Ibnu Rusd juga melihat alam dari dua sisi. Pertama dari sisi factual (bilfi’l). Di sini alam sifatnya hadis. Ia ada dari ketiadaan ia dicipta oleh Allah. Kedua dari sisi waktu penciptaan. Menurut Ibnu Rusyd bahwa tatkala kita bicara waktu, bearti kita bicara alam raya. Waktu belum aka nada, mana kala belum ada alam raya. Waktu pada dasarnya adalah pergerakan dari alam raya ini. Antara waktu dengan munculnya alam raya bisa dikatakan bersamaan. Dari sini maka Ibdu Rusyd melihat bahwa alam secara waktu bersifat qadim. Ibnu Rusyd menyebutnya dengan qudum zamani.

 

Jadi di sini perbedaan antara konsep Ibnu Rusyd dengan ibnu Taimiyah. Ibnu Rusyd menggunakan konsep qudum zamani sementara Ibnu Taimiyah menggunakan konsep imkan hawadis la awwala laha. Wallahu a’lam

 
=====================
Telah dibuka pendaftaran Pondok Almuflihun untuk Tahfez dan Ngaji Turas Islam. Informasi lebih lanjut, hubungi Ust Toyib Arifin (085868753674). Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

 

 

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

one × 1 =

*