Tuesday, September 17, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Proses Berfiki (Nazar) Dan Mati

ORANG-MIKIR-dalam(nlcc)
Masuk ke pembahasan analisa atau proses berfiki (nazar)
Proses berfikir (nazar) juga antonim dari ilmu (pengetahuan). Karena Proses berfikir merupakan sarana untuk mendapatkan ilmu. Atau sarana untk mendapatkan pengetahuan terhadap obyek yang sedang dia fikirkan.

Masuk pembahasan “kematian”.
Menurut Abu Hasyim, mati merupakan hilangnya struktur tertentu yang menjadi syarat kehidupan. Pendapat ini dipertanyakan oleh imam Amidi, karena dapat dipahami bahwa mati bukan antonim dari hidup.

Terkadang Abu Hasyim juga mengatakan bahwa mati adalah antonim dari hidup. Mati juga antonim dari ilmu, karena mustahil orang mati masih berilmu.

Jika mati merupakan hilangnya struktur tertentu yang menjadi syarat kehidupan, bearti mati menjadi penghilang ilmu. Artinya dengan mati, sirnalah ilmu seseorang. Jika mati antonim dari hidup, maka mati merupakan sebab manusia tidak akan mendapatkan ilmu lagi. Jika orang mati ditanya kok jawab, bearti dia pura-pura mati. Karena jawaban adalah bagian dari ilmu.

Bagaimana dengan orag gila? Klo kita katakan orag gila itu tidak berilmu, ketika dia masih bernyawa tidak bisa kita katakan dia sdh mati?

Gila statusnya sama dengan lalai. Dia tidak mati, tapi tidak berilmu. Segala perbuatannya tidak dapat dipertanggungjawabkan baik di dunia atau di akhirat. Dikatakan tidak berilmu, karena ucapannya tidak didasari proses berfikir.

Syarat ilmu adalah keberadaan akal. Ini pula mengapa khamar diharamkan karena menghilangkan akal (proses berfikir).
Contoh: saya tarik nyawa saya sampai perut, lalu saya turunkan lagi sampai kaki…baru saya tarik sampai tenggorokan, saya turunin lagi…Seperti halnya dia mengendalikan desah nafas
manusia tidak dapat menolak mati dan mengendalikan mati

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

3 × three =

*