Tuesday, September 17, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Pilih Berbakti Untuk Suami Atau Saudara?

Assalamu’alaikum, saya mau tanya, suami saya di tugasin bekerja di luar kota tepatnya di daerah sumatra. Sedangkan saya tdk ikut suami. Saya di tangerang dan saya bekerja. Saya tinggal sama sodara saya yg menguliahkan saya. Di dlm hati saya, saya ingin sekali ikut suami saya, tinggal bersama dg suami, melayani suami. Berhenti krja pun saya rela. Tetapi terkadang sodara saya yg tinggal dg saya suka melarang saya ikut dg suami saya. Padahal tiap hr saya mikirin suami saya kalo di sana suami saya sakit sendirian gmn. Saya hrus mengikuti suami saya atau sodara saya? Apakah saya berdosa kepada suami saya?.

 

Waalaikum salam

Seoarang perempuan ketika sudah menikah, sesungguhnya posisinya penuh sudah menjadi milik suami. Apapun yang diinginkan suami, selama itu tidak menyalahi hukum syariat, maka seorang istri harus taat. Ketaatannya istri pada suami, akan memudahkan dirinya masuk ke dalam surga. Hal ini sesuai sabda nabi Muhammad saw berikut ini:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ

“Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya), dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.

Oleh karena itu, istri harus berusaha agar suami tidak marah kepadanya. Jika ia sampai marah, dekatilah dan mohon maaflah. Karena keridhaan suami adalah surga bagi istri. Hal ini dijelaskan sabda nabi berikut:

وَنِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ: اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا؛ اَلَّتِي إِذَا غَضِبَ جَائَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِيْ يَدِ زَوْجِهَا وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوْقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى

“Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni Surga adalah yang penuh kasih sayang, banyak anak, dan banyak kembali (setia) kepada suaminya yang apabila suaminya marah, ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata, ‘Aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha.’” [3]

فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ.

“Perhatikanlah bagaimana hubunganmu dengannya karena suamimu (merupakan) Surgamu dan Nerakamu.” [4]

Karena tingginya posisi suami, sampai-sampai rasul bersabda sebagai berikut:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” [1]

Untuk Ibu, maka ibu harus kominikasi dengan suami. Apakah ketika Ibu bersama saudara, suami ridha.

Jika ibu hendak bersama suami, ibu komunikasikan baik-baik dengan saudara bahwa posisi Ibu sekarang sudah berubah. Ibu sudah menikah dan ibu sudah menjadi milik suami. Ibu harus lebih taat kepada suami dari pada kepada siapapun juga.

Komunikasi yang baik, baik dengan suami atau saudara, akan dapat menentramkan perasaan ibu. Juga dengan komunikasi, akan ada jalan terbaik, mana yang harus ditempuh sehingga tidak menyakiti salah satu pihak. Wallahu a’lam.

==========
Bagi yang hendak wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun yang diasuh oleh Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +20112000489

Dapatkan berbagai konten islami di aplikasi Tanya Jawab Agama yang dapat didownload di PlayStore:https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aridzon.tanyajawabagama

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

thirteen − 2 =

*