Saturday, November 18, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Perbedaan antara Aysari dan Maturidi

Dalam banyak hal, antara Asyari dan Maturidi mempunyai banyak kesamaan. Padahal antara Imam Asyari dan Maturidi tidak pernah bertemu. Imam Aysari di bagdad, sementara imam Matudiri di Asia Tengah. Dua kawasanitu berjarak ribuan mil. Meski demikian, tidak semua konsep keduanya sama persis. Ada sedikit perbedaan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Sifat at Takwin / sifat al fi’li.
Maturidi: sifat takwin itu azal dan bukan makhluk
asyairah, bahwa sifat takwin tidak azal karena ia sekadar pengaruh dari sifat af’al.

Kalam Allah
Imam Maturidi :
Bahwa Kalam Allah ta’ala tidak bisa didengarkan (ghair masmu’). Yang didengarkan (al masmu) adalah dilalah atau bukti mengenai adanya kalam Allah. Nabi musa tidak mendengar kalam Allah secara langsung. Yang ia dengarkan adalah suara dan huruf yang diciptakan Allah sehingga musa bisa mendengarnya.

Imam Asy’ari:
Kalam Allah dapat didengarkan (didengarkan) tanpa suara dan huruf. Yang didengarkan Musa adalah kalam Allah nafsi. Namun kemudian Allah menciptakan atau memberikan kemampuan kepada musa untuk bisa memahaminya dan mendengarnya.

Makrifat Allah
Imam Maturidi: Makrifatullah dengan akal
Imam Asyari: makrifatullah dengan syara

Imam Maturidi: Allah tidak akan memberikan beban melebihi kemampuan hamba
Imam Asyari: Allah boleh memberikan beban melebihi kemampuan hamba

Sifat Iradah
Maturidi: Sifat iradah, berimplikasi adanya sifat ridha dan mahabbah
Asyari: iradah, ridha dan mahabbah itu punya satu makna.

Hikmah dan Illat
Imam Maturidi:
Semua ciptaan Allah pasti mengandung hikmah dan illat tertentu.

Imam Asy’ari : Ciptaan Allah belum tentu mempunyai hikmah dan illat karena Allah dzat yang maha mutlak dan tidak wajib atas Allah atas segala sesuatu.

Tahsin dan taqbih (baik dan buruk)
Maturidi: akal manusia dapat mengetahui baik dan buruk dengan akalnya
Asyari: syara yang menunjukkan kepada manusia mengenai baik dan buruk

Iman muqallid:
Maturidi: sah imannya muqallid
Asyari: tidak sah jika iman sekadar ikut-ikutan(muqallid). Ia harus didasarkan pada keyakinan diri baik melalui dalil aqli atau naqli.

===============
Wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung.
SMS konfirmasi transfer: +201120004899
Web: almuflihun.com

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open