Friday, July 28, 2017
Artikel Terbaru
 border=

Peran Pemerintah dan Oramas untuk Menjaga Perlindungan Jiwa

rs-pku-muhammadiyah-yogyakarta

 

Sebelumnya telah kami sampaikan terkait melindungi jiwa. Ada dua pendekatan, pertama menlinungi jiwa agar tetap eksis, dan kedua melindungi jiwa agar tidak sirna. Keduanya menkadi kewajiban bagi setiap manusia untuk melindunginya.

 

Sebenarnya, terkait dengan melindungi jiwa tersebut, bukan merupakan tanggungjawab individu saja. Ada tanggungjawab Negara, ormas dan bahkan masyarakat. Semua punya peran masing-masing sehingga setiap elemen dalam masyarakat dapat terjaga dari berbagai kemungkinan yang dapat mengancam jiwanya.

 

Pemerintah sebagai ulil amri, punya kewajiban untuk memberikan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat, seperti menurunkan pasukan “kuning” untuk selalu melakukan kebersihan lingkungan. Pemerintah juga harus menyediakan berbagai sarana dan prasarana pendukung agar lingkungan tetap bersih.

 

Demikian juga terkait dengan kesehatan anak. Pemerintah punya kewajiban untuk melindungi anak-anak bangsa agar hidup sehat dengan memberikan jaminan kesehatan sejak dalam kandungan. Jaminan kesehatan bisa berupa pemenuhan sarana dan prasarana bersalin, pengobatan, pemenuhan kebutuhan bayi dan lain sebagainya. Jika warga tidak mampu, maka menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan tanggungan kesehatan dan penghidupan melalui dana APBN. Di Negara Islam, orang tidak mampu disantuni Negara melalui dana tetap dari baitul mal muslimin.

 

Pemerintah berkewajiban untuk membangun berbagai pabrik farmasi. Juga mendirikan banyak rumah sakit dan klinik kesehatan hingga sampai dipelosok. Dengan demeikian, tidak ada masyarakat yang mengeluh tidak dapat berobat, karena tidak mampu berobat atau karena jauh dari klinik kesehatan.

 

Bukan saja pemerintah, oramas juga punya peran untuk melindungi jiwa setiap lapisan masyarakat. Di Indonesia, kita dapat melihat jelas peran Muhammadiyah yang banyak sekali mendirikan Rumah Sakit dan klinik pengobatan. Peran Muhammadiyah tidak hanya sampai di situ, namun melalui Lazizmu, juga memberikan santuna kepada kaum mustad’afin. Sikap Muhammaidyah ini berangkat dari kesadaran mengenai kewajiban setiap orang untuk melindungi jiwa.

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>