Tuesday, October 16, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Oh, Facebooke…?


Siapa yang tidak kenal dengan facebook? Media sosial satu ini, menjadi pengganti buku agenda. Ia tempat luapan hati, bisa buat narsis, curhat, berbisnis, menumpahkan pemikiran, kritik kepada orang lain, sekadar komen atau bisa juga menjadi sarana dakwah. Facebook menjadi gaya hidup baru bagi manusia di planet bumi zaman now. Memang, facebook lambat laun akan tertinggal dengan medsos lainnya. Hanya hingga saat ini, facebook masih ngetren.
Facebook oleh sebagian orang menjadi tempat curhat. Sesuatu yang sesungguhnya sangat prifasi dan bukan konsumsi publik pun, diekspos melalui facebook. Media ini membuat manusia menjadi “telanjang”.

Identitas manusia dengan mudah dapat diketahui melalui akun facebook. Maka facebook menjadi ladang bisnis luar biasa. Para kapital besar, dapat mengukur tingkat konsumen atau mengarahkan konsumen, dengan melihat data seseorang melalui facebook. Facebook, jadi polling termudah untuk mencari konsumen.

Facebook pun, oleh sebagian orang menjadi sarana efektif untuk menggali karakter seseorang. Jika seeorang melamar pekerjaan di sebuah instansi, perusahaan bisa melihat karakter pribadinya dengan menelurusi facebooknya. Orang bisa tertolak dari pekerjaannya, gegara berbagai komen yang sering ia sebarkan melalui akun facebooknya.

Aparat pun, mengamati orang yang dianggap membahayakan negara, dengan mengintip facebook seseorang. Bahkan warga negara, bisa ditangkap dan masuk penjara, gara-gara akun facebook yang dianggap menghina orang lain, berbau SARA, fitnah atau dianggap mencemarkan nama baik.

Facebook sering menjadi tempat curhat dan keluh kesah. Apa yang sedang ia alami, musibah yang sedang menimpanya, atau amarah dia kepada seseorang, dia tumpahkan dan sampaikan ke facebook. Semua orang bisa membacanya dan mengetahui isi hatinya, dengan membaca status facebooknya.

Facebook juga bisa menjadi sarana untuk memperlihatkan perbuatan baik kita. Habis shalat malam, tulis status, buka puasa, tulis status. Baca Quran tulis status. Menjadi sangat bangga jika kemudian ada yang komen positif. Hati-hati, amal baik bisa hilang jika terdetik di hati kita sifat riya atau sombong.

Facebook bisa buat jualan. Seorang ibu bisa tetap tinggal di rumah dan mengurus anak-anak, dan ia bisa sambil jualan melalui facebook. Ia baru akan keluar rumah, untuk mengantarkan atau mengirim barang dagangan yang dipesan orang lain.

Ada pula yang menggunakan facebook untuk dakwah dan menyebarkan berbagai pemikiran keislaman. Ia manfaatkan sarana media sosial itu, untuk menjangkau anak-anak zaman now. Facebook menjadi sarana yang dianggap cukup efektif. Banyak yang mengenal para dai kondang seperti ust. Abdu shamad, Ust Adi Hidayat, Ust. Bakhtiar Nasir dan lain sebagainya, melalui facebook.

Facebook merupakan media sosial yang bermata dua. Baik buruk facebook, sangat bergantung kepada sesiapa yang mengendalikannya. Jika seseorang dapat memanfaatkan media sosial ini dengan baik, maka akan menjadi sarana efektif untuk mendulang pahala. Namun jika ia salah, maka facebook akan menjadi sumber dosa dan jalan menuju neraka. Sekarang, dimanakah posisi kita dari media sosial yang satu ini? Wallahu a’lam

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open