Sunday, November 17, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Nilai-nilai Syariah Umumnya Bersifat Universal?

bacaaan doa masuk dan keluar wc bahasa arab latin dan artinya

 

Seri counter fikih kebinekaan. Artikel ke-38

Di buku fikih kebhinekaan halaman 107, Muhammad Azhar berkata:

Agar kitab suci Al-Quran tidak sekadar menjadi pajangan di rumah-rumah keluarga Indonesia yang mayoritas muslim. Maka aplikasi nilai-nilai syariah yang umumnya masih bersifat universal dan sedikit yang partikular dalam Al- Quran, bila dikerucutkan, secara umum menampilkan dua versi pendekatan.

Pertama, pendekatan struktural-formalistik-sistemik, di mana kelompok pertama ini tercermin dari isu penerapan syariat Islam, khilafah dan sejenisnya. Pendekatan yang digunakan kelompok pertama ini cenderung bersifat tekstual-normatif-monolitik serta penuh dengan romantisisme kejayaan Islam masa lalu. Perlu dicermati bahwa pendekatan pertama ini memiliki kelemahan antara lain: sulit membedakan mana aspek Al-Quran yang bernuansa syariah universal dengan dinamika pemahaman tafsir/fikih yang partikular dan pluralistik. Padahal semua penafsiran Al-Quran umumnya bersifat lokal, temporal bahkan prosedural-institusional (termasuk pelbagai institusi syariah dan khilafah).

 

Mari kita lihat:

Jika kita membuka kitab suci al-Quran, kita akan menemukan beberapa persoalan, di antaranya terkait dengan ghaibiyat, seperti keterangan yang sangat jelas bahwa Allah itu satu. Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Allah adalah Tuhan semesta alam yang layak disembah. Hukuman bagi orang yang tidak menyembah Allah. Sikap kita terhadap orang yang tidak mengakui Allah sebagai Tuhan dan lain sebagainya.

 

Dalam kitab suci juga diceritakan secara gamblang tentang malaikat, materi asal malaikat, tugas-tugas malaikat, bahkan sampai diterangkan tentang jumlah sayap malaikat. Allah dan rasul-Nya juga menerangkan tentang perjalanan manusia secara rinci, dari pertama masuk alam kubur, peristiwa azab kubur, hari kiamat dan hari kebangkitan, kondisi mengerikan di hari kebangkitan, nasib  manusia di hari kebangkitan, apa saja yang akan dilakukan manusia di hari kebangkitan, penerimaan rapot, penentuan nasib manusia dengan dilanjutkan perjalanan panjang melalui sirat. Lalu dijelaskan tentang neraka, tingkatan neraka, azab apa saja yang ada di neraka, minuman ahli beraka, makanan ahli nerakan dan lain sebagainya. Demikian juga dengan surga. Allah dalam kitab suci menerangkan panjang lebar tentang kondisi surga surga, tingkatan surga, makanan dan minuman surge, ranjang-ranjang dan asesoris surge, nikmat-nikmat surga dan lain sebagainya.

 

Allah terangkan tentang materi penciptaan jin. Perilaku jin, keimanan dan kekafiran jin, cara jin makan, bentuk-bentuk jin, nasib jin, system interaksi jin dengan manusia dan seterusnya.

 

Sementara terkait dengan ibadah, hadis nabi banyak memberikan rincian mengenai jumlah rekaat shalat, waktu-waktu shalat, shala-shalat sunnah, dan seterusnya. Bahkan juga diterangkan secara detail tentang perbedaan pahala shalat sendiri dengan jamaah, pahala shalat dimasjid, pahala melangkah menuju masjid, pakaian yang hendaknya digunakan saat ke masjid, etika setelah sampai masjid, perbuatan apa saja yang harus dilakukan di masjid dan seterusnya.

 

Terkait puasa, diterangkan secara rinci terkati kewajiban puasa ramadhan, termasuk waktu dan hal-hal yang membatalkan, puasa-puasa sunnah, orang yang lupa berbuka dan seterusnya.

 

Demikian juga zakat, diterangkan harta apa saja yang wajib zakat, bagaimana cara mengeluarkan zakat, berapa kadarnya, ke mana zakat harus disalurkan dan seterusnya. Terkait haji juga diterangkan secara rinci, dari syarat awal seperti mengenai kemampuan, niat, pakaian ihram, apa yang harus dilakukan tatkala tiba di mekah, tawaf, sai, potong rambut, mabit di mina, menuju arafah, lempar jumrah dll. Juga hal-hal yang membatalkan haji, apa yang harus dilakukan jika lupa dengan melakukan perbuatan yang membatalkan haji dan sebagainya.

 

Jika kita masuk ke fikih muammalah, diterangkan secara rinci tentang hal-hal yang dibolehkan dalam berinteraksi dengan sesama manusia, tentang pengharaman riba dan bolehnya melakukan bisnis, tentang jaminan, pinjaman, pesanan, bagi hasil, pengairan, saham, dan seterusnya.

 

Sementara itu, terkait hukuman juga dijelaskan tentang perbedaan antara hudud, qishash, dan ta’zir. Hudud terkait apa saja, qisis terkait perkara apa, bagaimana jika membunuh karena tidak sengaja, atau karena sengaja dan lain sebagainya. Apa hukuman orang yang mencuri, nishabnya seberapa. Untuk kasus zina, diterangkan juga syarat-syaratnya sehingga seseorang bisa dirajam atau didera.

 

Sementara itu terkati dengan etika, Rasulullah tidak sekadar menerangkan bahwa kita harus berbuat baik kepada sesama manusia. Namun beliau memberikan keterangan rinci, bagaimana sikap kita jika bertemu dengan saudara sesama muslim, harus bermuka manis, lalu menyapa dengan ucapan salam, lalu berjabat tangan dan seterusnya. Diterangkan secara rinci bagaimana kita harus hormat kepada tamu, berapa lama kita harus mengistimewakan tamu, bagaimana adab bertamu, berapa kali harus ketuk pintu rumah dan seterusnya. Dengan tetangga, bagaimana harus bersikap, bagaimana jika kita memasak sementara baunya kemana-mana dan seterusnya.

 

Terkait dengan perbudakan, diterangkan secara rinci terkait anjuran membebaskan budak, sistem berinteraksi dengan budak, pakaian dan makanan yang harus diberikan kepada budak, tempat tinggalnya di mana dan seterusnya.

 

Bukan hanya masalah yang besar, masalah yang oleh sebagian orang dianggap sepele, seperti masuk WC saja, aturannya diterangkan secara recara detail bagaimana sistem bersuci dengan air, kadar penggunaan air, bagaimana jika tidak ada air, mana air yang layak di pakai dan mana yang tidak layak dipakai. Apa yang harus dilakukan waktu keluar WC. Kaki mana yang harus didahulukan ketika masuk dan keluar WC.

 

Masih banyak lagi contoh-contoh di mana Rasulullah saw menerangkan suatu persoalan, bukan sekadar dengan menyatakan nilai yang sifatnya universal, namun juga disertai dengan detail-detail sikap yang harus dilakukan oleh seorang muslim.

 

Barangkali Anda akan bertanya, bukankah detail-detail persoalan tadi merupakan fikih dan bukan syariat? Jawabnya adalah bahwa fikih muncul tidak dari ruang kosong dan berasal dari pemikiran mujtahid. Fikih harus berlandaskan pada dalil baik al-Quran dan sunnah. Tanpa itu, maka ia dianggap memutuskan hukum yang tidak ada landasannya secara syari’i.

 

Pernyataan diatas bisa kita buktikan dengan membuka secara langsung kitab-kitab induk fikih Islam. Jika kita buka kitab-kitab fikih ensiklopedis yang jumlahnya kadang sampai puluhan jilid, seperti al umm karya imam Syafii, al-Mughni karya Ibnu Qudamah, Majmu Syarh Muhadzab Karya Imam Nawawi dan lainnya, kita akan menemukan bahwa pendapat para ulama terkait detail-detail persoalan tadi, selalu disandarkan pada ayat dan hadis nabi. Dengan kata lain, bahwa banyak sekali ayat dan hadis nabi yang sudah menerangkan tentang berbagai persoalan secara rinci.

 

 

Atau, langsung saja kita buka kitab-kitab hadis Rasulullah seperti yang termuat dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim, Sunan Nasai, Abu Daud, Tirmidzi, Musnad Ahmad dan lain sebagainya. Buka kitab hadis yang belum ada syarahnya dan langsung kita baca dari redaksi hadis sendiri. Maka kita akan menemukan banyak sekali detail-detail persoalan yang diterangkan oleh Rasulullah saw.

 

Jadi Quran dan hadis telah banyak membahas terkait persoalan partikuler. Salah besar pendapat yang mengatakan bahwa “nilai-nilai syariah yang umumnya masih bersifat universal dan sedikit yang partikular dalam Al- Quran”. Kecuali jika Muhajmmad Azhar sekadar berangkat dari asumsi dan belum buka al-Quran atau sunnah nabi. Hanya saja, asumsi tidak bisa dijadikan sebagai sandaran ilmiah karena harus dibuktikan secara empiris terlebih dahulu. Kenyataannya secara empiris pendapat ini gugur dengan bukti-bukti yang sangat jelas. Wallahu a’lam

 

======================
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ten + four =

*