Monday, May 28, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Muhammadiyah Bukan Wahabi; Bukan Penggiringan Opini

Belakangan ini saya melakukan ta’shil HPT Bab Iman dengan cara mencocokkan teks Arab dalam HPT dengan teks senada yang termuat dalam kitab kuning. Hingga saat ini, teks-teks dan pendapat HPT terkait dengan akidah, sama persis dengan pendapat Ahlisunnah Asyariyah dan Maturidiyah. Lalu saya bandingkan dengan pendapat berbeda dari Ibnu Taimiyah dan para pengikutnya, baik Muhammad bin Abdil Wahab, Syain Utsaimin, Syaih Fauzan, Syaih Bin Baz dan lainnya.

Dari uraian tersebut, saya menemukan bahwa terdapat banyak perbedaan mencolok antara pendapat yang ridajihkan oleh HPT dengan pendapat Ibnu Taimiyahm, Muhammad Ibnu Abdul Wahab dan ulama kalangan Wahabi.

pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa Muhammadiyah secara akidah sama persis dengan Asyari-Maturidi. Tapi anehnya, banyak warga persyarikatan yang merasa kaget dan shock. Pendapat ini seakan hal baru bagi mereka. Muncul berbagai opini penggiringan masa Muhammadiyah menuju akidah aswaja.

Sungguh aneh. Seakan-akan HPT bab Iman menjadi sesuatu yang asing bagi mereka. HPT Bab iman seperti mahjur dan tak tersentuh. HPT asing bagi warga persyarikatan.

barangkali, karena selama ini yang dijadikan rujukan akidah di pesantren, sekolah dan jamaah Muhammadiyah bukanlah akidah Ahlisunnah dari kalangan Asyariyah atau Maturidiyah. Bukan pula syarah dari HPT. Namun rujukannya adalah buku-buku akidah karya para ulama wahabi.

HPT Bab Iman, sejatinya disyarah dan dikembangkan oleh para ulama Muhammadiyah. HPT bab iman sejatinya menjadi pegangan bagi jamaah Muhammadiyah. Bukan sebaliknya, meninggalkan HPT dan mengambil pemikiran lain yang belum dimunaskan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.

Jamaah Muhammadiyah boleh berbeda dengan analisa saya seperti yang saya ungkap dalam seri ‘Muhammadiyah Bukan Wahabi’. Perbedaan itu, akan menjadi masukan ilmiah, jika dilakukan dengan sikap yang sama dan berimbang, yaitu melakukan ta’shil HPT dengan kitab-kitab klasik. Dari sini, kita bisa melihat persesuaian dan perbedaan pandangan HPT dengan para ulama bersangkutan.

Jadi, bukan sekadar cuap-cuap tanpa ada sandaran ilmiah. Sikap seperti ini, bukanlah tradisi Muhammadiyah. Kita sebagai kader dan jamaah, sering diperintahkan untuk melakukan ittiba, bukan taklid buta. Termasuk pada persoalan tauhid ini. So, silahkan tanggapi tulisan saya dengan sandaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Wallahu a’lam
=====================
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open