Monday, February 17, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Menurut Ibnu Taimiyah, Alam Itu Qadim?

unduhan (1)

 

Terkait alam qadim atau tidak, terdapat dua pendapat dua aliran, pertama para ulama kalam. Mereka menyatakan bahwa alam sifatnya hadis. Alam muncul dari ketiadaan dan kemudian dicipta Allah. Kedua para filsuf. Mereka berpendapat bahwa alam sifatnya qadim. Alam adalah ma’lul sedangkan Allah adalah illat ula. Ma’lul datangnya tanpa seda dari illat ula. Dari sini, kesimpulannya alam qadim.

 

Bagaimana dengan pendapat ibnu taimiyah? Alam menurut Ibnu Taimiyah bisa dilihat dari dua sisi. Pertama adalah alam raya secara fakta (bil’ain). Menurut beliau, secara factual alam sifatnya hadis. Alam ada dari ketiadaan dan sifatnya bukan ma’lul dari Allah. Di sini, pandangan Ibnu Taimiyah mirip dengan pendapat para filsuf. Perhatikan pendapat beliau berikut ini:

كل ما سوى الله مخلوق حادث كائن بعد أن لم يكن، وأن الله هو وحده القديم الأزلي ليس معه شيء قديم تقدمه ” [درء التعارض 1/125].

Semua benda selain Allah adalah makhluk yang sifatnya hadis. Ia ada setelah sebelumnya tidak ada. Hanya allah saja yang qadim dan azal. Tidak ada sesuatu yang qadim yang mendahului-Nya (Dar’udda’arud, jilid 1 hal. 125)

 

” ويمتنع أن يكون مفعوله ( أي ما خلقه الله ) مقارناً له أزلياً معه، لأنه كونه مقارناً في الأزل يمنع كونه مفعولا له ” [منهاج السنة 1/177]

Tidak mungkin ciptaan Allah munculnya bersamaan dengan Allah dan bersifat azal seperti Allah. Karena sesuatu yang sifatnya makhluk tidak mungkin datang bersama dengan khaliq.

 

” وليس معه شيء قديم بقدمه، بل ليس في المفعولات قديم ألبته، بل لا قديم إلا هو سبحانه، وهو الخالق لكل ما سواه، وكل ما سواه مخلوق ” [المنهاج 8/272].

Tidak ada sesuatu yang qadim bersama Allah. Bahkan tidak ada makhluk yang sifatnya qadim sama sekali. Tidak ada yang bersifat qadim selain Allah. Allahlah pencipta atas segala sesuatu. Semua benda selain Allah adalah makhluk (Minhajussunnah, jilid 8 hal. 272)

 

Di sisi lain, jika alam raya ini sifatnya hadis, terdapat problem. Kapan alam raya diciptakan, mengapa pada waktu tertentu dan tidak di waktu lain?

 

Bagi ulama kalam pada umumnya, mereka berpendapat bahwa ilmu Allah maha luas, mengetahui apa yang belum terjadi, apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi. Ilmu Allah lantas dispesifikasi oleh iradah. Kemudian, iradah ini akan diemplementasikan dalam alam nyata dengan sifat qudrah. Iradah ini yang akan menentukan kapan alam raya diciptakan

 

Pertanyaannya, bukankah sifat Allah sifatnya fa’al atau Maha Pencipta? Artinya bahwa Allah selalu mencipta. Jika lantas ada iradah dan qudrah, kemudian ada spesifikasi kapan alam tercipta, itu artinya ada jeda sebelum alam raya diciptakan. Artinya ada waktu Tuhan tidak mencipta. Bukankah ini menafikan sifat ‘fa’al-nya Allah?

 

Untuk menengahi masalah ini, Ibnu Taimiyah menggunakan konsep imkan hawadis la awwala laha إمكان حوادث لا أول لها

atau ciptaan yang bersifat imkan dan terjadi tanpa permulaan. Artinya, bahwa alam raya sifatnya imkan, dan imkan ini jika ditarik ke belakang sifatnya tiada batas. Ia ada bersama dengan adanya Tuhan. Ia sifatnya “qadim”.

Pendapat Ibnu Taimiyah ini, sesungguhnya merupakan upaya untuk mengkompromikan pendapat para filsuf yang berpendapat bahwa alam bersifat qadim, dengan pendapat ulama kalam yang mengatakan alam bersifat hadis. Alam bersifat qadim menurut Ibnu Taimiyah jelas bermasalah, karena akan menyandingkan qadimnya Tuhan dengan alam. Di sisi lain, ulama kalam juga problem karena dengan pendapat alam adalah makhluk, akan ada jeda antara Tuhan dan penciptaan alam raya. Itu artinya ada masa di mana Tuhan “nganggur”. Jika demikian, lantas di mana sifat fa’al itu?

 
=====================
Telah dibuka pendaftaran Pondok Almuflihun untuk Tahfez dan Ngaji Turas Islam. Informasi lebih lanjut, hubungi Ust Toyib Arifin (085868753674). Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

thirteen − 1 =

*