Saturday, May 30, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Menunda Salat Agar Bisa Berjama`ah Dengan Teman

Tanya:
Bolehkah menunda solat untuk menunggu orang lagi telfon sama orang lain.Karena saya ingin mengajak orang tersebut solat. Dosakah? (Desta Aulia Faleda Karen, Banyumas)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Shalat jama’ah sangat dianjurkan berdasarkan dalil berikut:

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: أوْصَانِيْ حَبِيْبِيْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِيْ: “يَا أبَا هُرَيْرَةَ صَلِّ الصَّلاَةَ مَعَ الْجَمَاعَةِ وَلَوْ كُنْتَ جَالِسًا، فَإنَّ اللهَ تَعَالَى يُعْطِيْكَ بِكُلِّ صَلَاةٍ مَعَ الْجَمَاعَةِ ثَوَابَ خَمْسٍ وَعِشْرِيْنَ صَلَاةً فِيْ غَيْرِ الْجَمَاعَةِ

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Kekasihku Rasulullah saw. telah memberikan pesan kepadaku, lalu beliau bersabda kepadaku, “Wahai Abu Hurairah, shalatlah bersama jama’ah meskipun dengan duduk, karena sungguh Allah ta’ala akan memberikanmu di setiap shalat jamaah dua puluh lima pahala shalat dengan tanpa berjamaah.”

Juga hadis nabi berikut:

قال النبي صلى الله عليه وسلم: فَضْلُ صَلاَةِ الجَمَاعَةِ عَلَى صَلَاةِ الرَّجُلِ وَحْدَهُ خَمْسٌ وَعِشْرُوْنَ دَرَجَةً وَفَضْلُ صَلَاةِ التَّطَوُّعِ فِى الْبَيْتِ عَلَى فِعْلِهَا فِى الْمَسْجِدِ كَفَضْلِ صَلَاةِ الْجَمَاعَةِ عَلَى صَلَاةِ الْمُنْفَردِ

Keutamaan shalat berjama’ah atas shalatnya seseorang yang sendirian adalah dua puluh lima derajat, sedangkan keutamaan shalat sunnah di rumah atas shalat yang dilakukan di masjid adalah seperti keutamaan shalat berjamaah atas shalat sendirian.” Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu As-Sakan dari Dhamrah dari bapaknya; Habib

Juga hadis berikut:

وقال صلى الله عليه وسلم: صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً

Nabi saw. bersabda, “Shalat berjamaah lebih utama dari pada shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Malik, imam Ahmad, imam Al-Bukhari, imam Muslim, imam At-Tirmidzi, imam Ibnu Majah, dan imam An-Nasai dati sahabat Ibnu Umar r.a.

Selama masih dalam waktunya dan tidak sampai keluar waktu shalat, maka boleh dan bahkan dianjurkan menunggu rekannya  untuk berjama’ah, baik rekannya sedang telepon, berwudhu atau lainnya. Hal ini guna mendapatkan pahala dan derajat berlipat sebgImana hadis hadis di atas. Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

5 × 3 =

*