Tuesday, September 18, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Melindungi Keturunan: Tidak Melakukan Aborsi


Aborsi adalah mengeluarkan hasil pembuahan, sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibunya. Dalambahasa Arab, aborsi sering disebut dengan istilah al-ijhad. Maksudnya adalah wanita yang melahirkan anaknya secara paksa. Secara umum, aborsi dapat dibagi menjadi dua, yaitu aborsi legal, yaitu aborsi yang dilakukan sesuai prosedur yang berlaku secara medis. Kedua, ilegal, yaitu aborsi yang dilakukan dengan mengabaikan prosedur atau tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Yang kami sampaikan di sini adalah aborsi ilegal, bukan karena urusan medis dan sejenisnya.

Banyak sebab seseorang melakukan aborsi secara ilegal. Umumnya karena janin hasil dari perzinaan. Aborsi seperti ini diharamkan oleh syariah. Ia membunuh bayi dan juga membahayakan bagi ibu yang mengandung. Dalam al-Quran sangat jelas larangan membunuh jiwa yang sah. Ia masuk ke dalam dosa besar.
Terkait larangan membunuh jiwa ini, Allah berfirman:
وَلا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُومًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهِ سُلْطَانًا فَلا يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ إِنَّهُ كَانَ مَنْصُورًا
Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar[1]. dan Barangsiapa dibunuh secara zalim, Maka Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan[2] kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.” (QS. Al-Israa’: 33)

Zaman jahiliyah, banyak wanita yang membunuh anak perempuannya dengan menguburnya hidup-hidup karena mereka tidak suka dengan bayi perempuan. Dalam bentuk kontemporer, pembunuha semacam itu dilakukan sebelum bayi dilahirkan. Namun prinsip utamanya adalah sama yaitu membunuh bayi. Terkait hal ini, Allah swt berfirman:
وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ
Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, [at-Takwîr/81: 8]

Aborsi tanpa ada udzur yang jelas dan dilakukan secara legal, diharamkan oleh syariat. Ia dianggap sebagai pembunuhan terhadap manusia. Andai pun janin belum ditiupkan ruh, hukumnya tetap haram. Pertama karena ia bakal dari manusia yang kelak akan hidup, kedua untuk menutup mafsadah yang jauh lebih besar yaitu mudahnya seseorang melakukan aborsi akibat merebaknya perzinaan.

======================
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open