Friday, February 23, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Melindungi Keturunan; Panduan Mencari Jodoh

Sebelumnya sudah kami sampaikan bahwa di antara tujuan dari maqashid syariah adalah melindungi keturunan. Sarana yang dapat melindungi keturunan adalah dengan melakukan pernikahan secara syar’i.
Hanya saja, menikah tidak dengan sembarang orang. Ada ketentuan dan anjuran dari al-Quran dan sunnah nabi yang memberikan bimbingan kepada untuk memilih pasangan. Jika pasangan kita baik, insyaallah akan baik pula rumah tangga kita dan juga keturunan yang dihasilkan. Namun jika pasangan kita tidak baik, dikhawatirkan rumah tangga akan berantakan dan jika menghasilkan keturunan, juga akan lahir keturunan yang tidak baik.

Al-Quran dan sunnah nabi telah memberikan kriteria bagi kita untuk memilih pasagan. Panduan ini dapat dijadikan sebagai pegangan bagi para jomblo untuk mendapatkan jodoh yang ideal. Di antara kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mencari pasangan yang bertakwa.
Hal ini karena ketakwaan adalah kemuliaan. Ketakwaan merupakan nilai termulia di sisi Allah. Seburuk apapun paras seseorang, jika hatinya bening karena penuh takwa, maka ia menjadi manusia paling mulia di sisi Allah. Namun secantik danseganteng apapun paras seseorang, jika hatinya buruk, maka di sisi Allah ia buruk. Ia bukan tipe pasangan idaman bagi para jomblowan. Terkait hal ini, Allah berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al Hujurat: 13)
Orang bertakwa bearti ia shalih. Jika pasangan salih, maka ia akan menjadi hiasan terindah dalam kehidupan. Dengan demikian, kehidupannya akan penuh dengan bunga-bunga mekar. Rasulullah saw bersabda:
انَّ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَاالْمَرْأَةُ الصَّالِحَة
Artinya: Rasulullah saw bersabda: “Dunia adalah hiasan, dan sebaik-baik hiasan dunia adalah wanita Sholehah”(Al-Hadist riwayat muslim)

2. Nikahi orang yang selalu menjaga kehormatannya.
Banyak orang cantik atau ganteng, namun tidak pandai menjaga diri. Mereka tidak pandai dalam menjaga pergaulan. Mereka juga tidak pandai menjaga kehormatan diri. Bahkan banyak yang mengumbar aib sendiri dengan memasaong berbagai foto prifasinya melalui akun facebook atau instagram. Ada pula yang hobi chating dengan lawan jenis dengan dalih mencari pasangan ideal. Ada yang hobi pacaran dan pada akhirnya jatuh ke lubang perzinaan.
Mereka-mereka ini merupakan pasangan yang kurang rekomended. Pasangan yang baik, adalah yang bisa menjaga kehormatan dirinya di hadapan orang banyak. Menjaga diri, dalam bahasa al-Quran disebut sebagai orang yang muhsan. Terkait hal ini, Allah berfirman:
الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۖ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَّكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَّهُمْ ۖ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya: “Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi”. (QS. Al-Maidah: 5)

3. Nikahi orang yang masih membujang.
Baiknya, nikahi orang yang masih bujang dan perawan. Ini jauh lebih baik karena umumnya orang yang masih bujang danperawan, masih mudah diajak senda gurau. Mereka juga masih manja dan penuh tawa sehingga kehidupan rumah tangga lebih romantis. Terkait hal ini, Allah berfirman:
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. An-Nur: 32)
Terkait menikahi pembujang atau perawan ini, rasulullah saw bersabda:
عَنْ جَابِرٍ قَالقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ نَكَحْتَ يَا جَابِرُ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ مَاذَا أَبِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا قُلْتُ لَا بَلْ ثَيِّبًا قَالَ فَهَلَّا جَارِيَةً تُلَاعِبُكَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي قُتِلَ يَوْمَ أُحُدٍ وَتَرَكَ تِسْعَ بَنَاتٍ كُنَّ لِي تِسْعَ أَخَوَاتٍ فَكَرِهْتُ أَنْ أَجْمَعَ إِلَيْهِنَّ جَارِيَةً خَرْقَاءَ مِثْلَهُنَّ وَلَكِنْ امْرَأَةً تَمْشُطُهُنَّ وَتَقُومُ عَلَيْهِنَّ قَالَ أَصَبْتَ
Artinya: “Mengabarkan kepada kami ‘Amru dari Jabir berkata, bahwa Rasululloh saw berkata : “Apakah kamu baru menikah wahai jabir? Saya menjawab: ya Ya Rasulalloh. Rosulloh berkata : Perawan atau janda? Saya menjawab : janda Beliau berkata : Alangkah baiknya kamu menikahi perawan, kamu dapat bermain-main bersamanya? Saya menjawab : Mereka, bagiku adalah merupakan saudara. Jadi saya khawatir terjadi campur antara aku dan mereka. (HR. Imam Bukhori)
4. Nikahi pasangan yang dapat menjadi penyenang hati dalam kehidupan.

Artinya, nikahi orang yang periang dan selalu membawa optimisme dalam kehidupan. Mereka ini, akan menjadikan rumah tangga penuh dengan pemikiran positif dan selalu menatap masa depan dengan penuh percaya diri. Ia percaya bahwa manusia hanya tugas berusaha, sementara terkait hasil, diserahkan sepenuhnya kepada Allahs aja.

Menikahi orang yang selalu murung, bersedih dan pesimis, hanya akan menjadikanrumah tangga redup, penuh awan dan selalu mendung. Setiap hari yang ada adalah titikan air mata. Hidup menjadi tidak bergairah. Terkait pasangan periang ini,Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya:
“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 76)

5. Nikahi wanita yang cantik Parasnya atau lelaki ganteng
Kecantikan dan kegantengan dapat menjaga seseorang agar tidak melirik yang lain. Ia melihat bahwa pasangannyalah yang paling ideal. Jadi, sebisanya mencari yang cantik dan ganteng. Terkait hal ini, rasulullah saw bersabda:
عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِه
Artinya: Dari Qasim dari Abi Amamah dari Nabi Muhammad saw bahwa beliau berkata, “Tidak ada keberuntungan bagi seorang mukmin setelah bertaqwa kepada Alloh kecuali memiliki seorang istri yang Sholih. Yang bila disuruh, menurut dan bila di pandang menyenangkan, dan bila janji menepati, dan bila ditinggal pergi bisa menjaga diri dan harta suaminya.” (HR. Ibnu Majah)

6. Nikahi wanita yang subur
Di antara salah satu tujuan pernikahan adalah untuk menjaga keturunan. Oleh karenanya, dalam maqashid syariah disebut dengan melindungi keturunan. Agar tujuan ini dapat tercapai, hendanya menikah dengan wanita atau lelaki yang subur dan bukan yang mandul. Karena jika mandul, salah satu tujuan pernikahan tidak tercapai. Terkait hal ini, Rasulullah saw bersabda:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي أَصَبْتُ امْرَأَةً ذَاتَ حَسَبٍ وَمَنْصِبٍ إِلَّا أَنَّهَا لَا تَلِدُ أَفَأَتَزَوَّجُهَا فَنَهَاهُ ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَةَ فَنَهَاهُ ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَنَهَاهُ فَقَالَ تَزَوَّجُوا الْوَلُودَ الْوَدُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ
Seorang laki-laki datang kepada nabi Muhammad saw dan beliau bersabda, “Aku jatuh cinta kepada seorang wanita yang punya keturunan baik dan punya pengkat, hanya saja ia mandul. Apakah aku bisa menikahinya? Namun rasulullah saw melarangnya. Lalu seseorang itu datang lagi dengan mengadukan pertanyaan yang sama., rasul kembali melarang untuk menikahinya. Lalu ia datang yang ketiga kalinya dan rasul kembali melarangnya. Lalu rasulullah saw bersabda, “Nikahkan lah kaum sekalian kepada wanita yangbanyak anak, sebab sesungguhnya aku berbangga akan banyaknya kalian (umat yang banyak).(HR. Imam ibn Majah, An-Nasai, Abu Dawud)

Anak jugamerupakan tabungan akhirat. Anak shalih, adalah satu dari peninggalan kita yang akan bermanfaat meski orang tua telah meninggal dunia. Pahala dari anak shalih akan mengalir kepada orang tua. Anak shalih, akan dapat menuntut orang tuanya kelak menuju surga. Terkait hal ini, Rasulullah saw bersabda:

إِذَا مَاتَ بْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ.
Artinya: “Jika wafat anak cucu Adam, maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya.” (HR.Muslim)

7. Nikahi hartawan
Jika memungkinkan, nikahi hartawan. Hal ini karena kecenderungan manusia yang mencintai harta. Pun, dengan harta dapat mempermudah sarana untuk beribadah kepada Allah. Terkait anjuran menikahi hartawan ini, Rasulullah saw bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَحْسَابَ أَهْلِ الدُّنْيَا الَّذِي يَذْهَبُونَ إِلَيْهِ الْمَالُ
Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya diantara keutamaan dunia yang paling kamu senangi adalah harta.”(HR. Imam Nasai)

Selain itu, harta juga dapat menuntut manusia menuju surga. Tentu dengan memanfaatkan harta tersebut untuk dijadikan sarana dalam menegakkan Islam dimuka bumi. Harta menjadi sedekah jariyah yang pahalanya kelak akan terus mengalir hingga ahir masa. Terkait sedekah jariyah ini, Rasulullah saw bersabda:

إِذَا مَاتَ بْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ.
Artinya: “Jika wafat anak cucu Adam, maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya.” (HR.Muslim)

8. Perempuan bersangkutan belum dipinang laki-laki lain
Bisa saja semua kriteria di atas, ada dalam seorang wanita. Lalu buru-buru kita melamarnya. Hati-hati, kita cek dulu apakah wanita itu sudah ada yang melamar atau belum. Jika ia sudah dilamar orang, sudah masa khitbah, maka jangan maju. Tidak boleh melamar wanita yang masih dalam masa pinangan orang lain. Kecuali jika laki-laki itu mundur, maka silahkan Anda untuk maju.
Meminang wanita yang masih dalam pinangan, hanya akan menimbulkan permusuhan. Ia dapat menyakiti hati saudara kita sesama muslim. Ia dapat mengganggu proses suci yang sedang dijalani oleh saudara kita. Jadi, biarkanlah proses itu berjalan sebagaimana adanya. Jika ternyata ia terpinang dan menikah, maka bagi Anda jangan bersedih. Cari wanita lain dan burulah takdir Allah untuk Anda.
Terkati hal ini, Rasulullah saw bersabda:
4746 – حَدَّثَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ سَمِعْتُ نَافِعًا يُحَدِّثُ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا كَانَ يَقُولُنَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَلَا يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ
“Sesama mukmin adalah bersaudara, maka baginya tidak halal menawar barang yang telah ditawar (dibeli) oleh saudaranya dan tidak halal meminang perempuan yang telah dipinang oleh saudaranya, kecuali bila saudaranya telah membatalkan pinangan.” (Al Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Apa yang kami sebutkan di atas, kiranya cukup menjadi panduan singkat bagi para jomblowan. Sekarang, tinggal bagaimana Anda mempraktekkannya. Wallahu a’lam
  ======================
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open