Friday, September 22, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Melindungi Jiwa; Pembangun Sarana Kesehatan

9-5-1170x595

 

Sebelumnya telah kami sampaikan bahwa di antara upaya untuk menjaga jiwa adalah dengan menyiapkan SDM berupa dokter dan bidan, serta membangun pabrik farmasi. Dengan demeikian, pasien bisa berobat kepada ahlinya sesuai dengan jenis penyakit yang menimpanya. Dokter juga dapat memberikan resep berupa obat-otaban yang lebih baik supaya pasien bisa lekas disembuhkan.

 

Hanya saja, hal tersebut akan terkendala manakala tidak ada klinik yang memadai. Oleh karena itu, pembangunan berbagai sarana kesehatan berupa klinik-klinik kesehatan atau rumah sakit, sangat diperlukan. Bahkan pembangunan ini hukumnya menjadi wajib. Hal ini terkait dengan kaedah ushul berikutini:
ما لا يتم الواجب الا به فهو واجب

 

Artinya bahwa suatu kewajiban, yang tidak dapat terlaksana selain dengan mendatrangkan suatu sarana tertentu,maka mendatangkan sarana itu hukumnya menjadi wajib.

 

 

Umat Islam terdahulu sangat menyadari mengenai pentingnya rumah sakit sebagai sarana untuk melindungi jiwa. Jika kit abaca sejarah bahwa rumah sakit Islam, sudah mulai dibangun sejak khalifah Al-Walid bin Abdul Muluk dari khalifah bani Umayyah. Bahkan di masa itu, juga dikenal dengan “rumah sakit jalanan”, yaitu rumah sakit yang . berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Umumnya terdiri dari satu tim medis yang disertai dengan dokter dan juga obat-obatan lengkap, yang tugasnya keliling negeri untuk melihat kesehatan masyarakat di daerah terpencil yang belum didirikan rumah sakit secara permanen.

 

Jadi kesadaran terkait dengan menjaga jiwa dengan mendirikan banyak klinik kesehatan, sudah menjadi kesadaran umum di dunia Islam sejak awal. Waktu itu, sangat jarang kota yang tidak didikan rumahs akit. Inilah bentuk ril dalam upaya menerapkan salah satu sarana untuk melindungi jiwa.

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open