Wednesday, November 22, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Melindungi Harta

sda

 

Sebelumnya telah kami sampaikan bahwa tujuan dasar hukum syariah adalah lima, yaitu menjaga agama, jiwa, harta benda, akal, dan kehormatan. Sebelumnya sudah kita singgung terkait dengan melindungi agama dan jiwa. Sekrang kita akan menginjat bahasan selanjutnya yaitu melindungi harta benda.

 

Dalam kitab kuning, harta biasa disebut denganistilah al mal yang artinya secara bahasa adalah condong. Ia berasal dari kata mala yamilu atau condong atas sesuatu. Dinamakan al-mal karena semua manusia condong untuk mencintainya. Jadi, menyukai harta, sesungguhnya menjadi fitrah manusia.

 

Secara fikih, harta adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Mengacu dari definisi ini, maka uang, harta, tanah, rumah, perhiasan dan barang-barang lainnya, selama ia dapat dimanfaatkan oleh manusia, maka ia dapat disebut dengan harta.  Islam memandang harta sebagai sebuah nilai yang cukup stategis. Islam juga mengakui kepemilikan harta, baiok oleh individu maupun kelompok. Islam meberikan berbagai macam aturan atas kepemilikan harta tersebut. Dengan aturan yang jelas, maka jika terjadi perselisihan, keputusan hukum juga lebih jelas.

 

Prinsipnya, manusia tidak memiliki apapun. Harta yang ada pada manusia sekadar titipan dari Allah. Allahlah Tuhan pemilik segala yang ada di dunia ini. Firman Allah:

أَلا إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَلا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ

”Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya).”[QS. Yunus : 55].

 

أَلا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلا يَخْرُصُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka-prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga” [QS. Yunus : 66].

Dan Allah ta’ala menciptakan semuanya itu untuk kepentingan manusia, sebagaimana firman-Nya :

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا

”Dia-lah Allah, yang menjadikan segala sesuatu yang ada di bumi untuk kamu….” [QS. Al-Baqarah : 29].

 

Meski semua menjadi milik Allah, namun allah menyerahkan kepada manusia untuk mengelolanya agar digunakan sebaik mungkin demei kemaslahatan umat manusia. Firman Allah:

 

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

”Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” [QS. Al-Jaatsiyyah : 13].

Sebagaimana namanya, manusia cenderung untuk mencintai harta benda. Firman Allah:
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

”Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan” [QS. Al-Fajr : 20].

إِنَّ الإنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ * وَإِنَّهُ عَلَى ذَلِكَ لَشَهِيدٌ * وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ

”Dan sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya. Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya. Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta” [QS. Al-‘Aadiyaat : 6-8].

كَلا إِنَّ الإنْسَانَ لَيَطْغَى * أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى

”Ketahuilah ! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,karena melihat dirinya serba cukup” [QS. Al-‘Alaq : 6-7].

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الأرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

”Dan jikalau Allah melapangkan rizki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi. Tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat” [QS. Asy-Syuura : 27].
Setiap manusia dipastikan selalu memnbutuhkan harta. Manusia butuh pakaian, tempat tinggal, makanan dan lain sebagainya. Semua itu adalah harta benda yang melekat pada dirinya.  Dalam pandangan Islam, harta menjadi sesuatu yang sangat penting. Manusia dapat melangsungkan berbagai aktivitas kehidupan, ditopanng oleh harta. Bahkan secara naluri, harta menjadi dorongan kehidupan umat manusia. Tugas manusia di muka bumi, di antaranya adalah memakmurkan dunia. Salah satu sarana, dengan mengaktifkan dan memutar harta benda itu.

Karena pentingnya harta benda bagi manusia, maka pelanggaran terhadap harta benda mendapatkan ancaman luarbiasa. Bagi seorang pencuri, ia akan dipotong tangan. Bagi perampok, hukumannya bisa sampai dibunuh dengan cara disalib. Semua dilakukan, perhatikan firman Allah berikut ini:
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالاً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ( سورة المائدة : 38)

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.  (Qs. Al-Maidah : 38)

 


إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ. إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ.

Artinya: “sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau poong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negri (tempat kediaaman). Yang demikain itu (sebagai) suatu penghinaan terhadap mereka di dunia dandi akhirat mereka beroleh siksaan yang besar, kecuali orang-orang yang taubat(di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka: maka ketauhilah bahwasahnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Ma’idah (5): 33-34)

 

===============

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899 web: almuflihun.com

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open