Tuesday, December 12, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Melindungi Harta: Tidak Melakukan Perjudian


Bekerja memang dianjurkan oleh syariat. Meski demikian, tidak lantas manusia dibolehkan bekerja sesuka hatinya. Allah telah memberikanaturan yang jelas kepada manusia agar bekerja sesuai dengan koridor hokum syariah.

Bekerja apapun, pada prinsipnya boleh kecuali jika ia mengandung penipuan, unsur riba, merugikan orang lain atau ada unsur judi. Jika pekerjaan terkumpul beberapa komponen tadi, maka apa yang ia lakukan menjadi haram. Pekerjaannya dianggap melanggar hukum syariat.

Mengapa Islam melarang pekerjaan di atas? Karena baik manipulasi, riba, judi, dan penipuan, apalagi pencurian, penjambretan dan perampokan, merupakan bentuk pekerjaan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Padahal dalam ushul fikih dikatakan:
لا ضرر ولا ضرار
Artinya bahwa manusia tidak diperkenankan melakukan suatu perbuatan yang kiranya dapat memberikan mudarat baik kepada dirinya ataupun kepada orang lain. Berjusi misalnya, hanya akan membuat manusia malas dan berangan-angan. Berjudi, juga menjadikan seseorang hidup dalam khayalan. Tidak ada di dunia ini seseorang yang kaya raya karena berjudi.

Bukan hanya itu, berjudi menjadi sumber utama permusuhan. Betapa banyak kejahatan di dunia ini, yang bermula dari perjudian. Betapa banyak orang yang bangkrut, dengabn menjual harta benda yang ia miliki, hanya karena mimpi mendapatkan harta kekayaan melimpah dalam sekejap melalui judi.

Judi menjadi penyakit masyarakat yang sangat berbahaya. Jika perjudian menjadi tradisi dalam suatu kampong, apalagi dalam suatu Negara, maka bias dipastikan, masyarakat di kampong tersebut akan banyak kerusakan. Tatanan dari kehidupan masyarakat tersebut akan kacau. Judi akan berdampak pada tindakan kriminalitas, kebangkrutan, kemiskinan, perseteruan antar kelompok masyarakat, dan lain sebagainya.

Bahkan tidak jarang, keluarga yang sebelumnya baik-baik, hidup tentang dengan makan ala kadarnya, menjadi berantakan dan bahkan perceraian karena judi. Istri dan anak-anak terlantar. Ia sendiri kehidupannya menjadi tidak menentu.

Dulu, orang berjudi menggunakan ayam, atau adu sapi, atau main dadu. Dengan perkembangan zaman yang makin jangguh, perjudian sudah semakin mudah. Banyak situs-situs online yang menyuguhkan iming-iming harta berlipat dengan system perjudian. Hal itu, sekadar dengan mengklick beberapa tombol dalam hp kita.

Betapa mengerikannya kehidupan kita saat ini. Hanya orang yang kuat iman dan berpegang teguh dengan tali Allah, yang dapat selamat dari perbuatan seperti ini. Benarlah firman Allah yang mengharamkan perjudian sebagaimana ayat berikut ini:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar (minuman keras) dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” [Al-Baqarah/2:219]

Juga firman Allah berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. [Al-Mâidah/5: 90]

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allâh dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). [Al-Maidah/5: 91]

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open