Monday, May 28, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Melindungi Akal; Tidak Mengkonsumsi Sesuatu Yang Memabukkan


Sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya bahwa akal manusia wajib dijaga. Di antaranya karena akal sebagai manatul hukmi atau tempat manusia mendapatkan beban hukum syariat. Karena ia sebagai manatul huikmi, maka ia menjadi penentu terhadap tanggungjawab manusia di hadapan Tuhan. Karena orang gila, anak kecil, orang pingsan atau orang tidur dianggap tidak berakal, maka segala perbuatannya tidak dianggap dalam hukum syariat.

Salah satu sarana untuk melindungi akal adalah larangan mengkonsumi segala macam yang dapat merusak akal seperti khamar dan narkoba. Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡخَمۡرُ وَٱلۡمَيۡسِرُ وَٱلۡأَنصَابُ وَٱلۡأَزۡلَٰمُ رِجۡسٞ مِّنۡ عَمَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِ فَٱجۡتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS al-Maidah: 90)

Khamar adalah segala sesuatu yang memabukkan, apapun bentuknya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw bersabda:

كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

Artinya: “Setiap yang memabukkan itu haram.” (HR. Bukhari Muslim)

Mengapa khamar diharamnakn? Karena jika seseorang meminum khamar, hilang akalnya. Ia dapat melakukan berbagai perbuatan keji tanpa ia sadari. Betapa banyak tindak kejahatan di masyarakat baik berupa pembunuhan, perampokan, mengganggu ketertiban umum, menggagu masyarakat sekitar, mencobet bahkan hingga kasus pemerkosaan yang disebabkan karena seseorang mengkonsumsi minuman yang memabukkan.

Islam menginginkan agar masyarakat hidup damai dan tenang,. Masyarakat Islami adalah masyarakan yang saling tolong menolong dalam kebaikan. Masyarakat yang menjunjung tinggi nilai dan norma agama, terutama akhlak kepada sesama manusia.

كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ، بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

Artinya: “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. (QS. as-Shaba’: 15)

Khamar bukan hanya menghilangkan akal manusia, namun mempunyai dampak lain yang sangat berbahaya bagi tubuh manuska. Minuma keras dapat merusak jaringan otak, sel-sel tubuhnya, jantung, paru-patu, impotensi, kerusakan saraf dan lain sebagainya.

TIdak ada hal yang diharamkan Islam, kecuali sesuatu tersebut mengandung bahaya. Islam mengharamkan khamar, karena berbagai bahaya yang ditumbulkan tersebut. Minum khamar, sama saja dengan bunuh diri secara perlahan-lahan. Secara jelas, membunuh diri sendiri, apapun caranya diharamkan hokum syariat.

وأنفقوا فى سبيل الله ولا تلقوا بأيديكم الى التهلكة وأحسنوا ان الله يحب المحسنين

(Artinya : Dan berinfaklah di jalan Allah dan jangan jatuhkan dirimu dalam kehancuran, dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan)

Bukan saja khamar, namun segala sesuatu yang merusak akal dan tubuh manusia diharamkan, seperti halnya narkotika dengan berbagai jenisnya. Hal ini, karena hal-hal tersebut sama-sama membuat seseorang sakau dan hilang akal. Juga sama-sama dapat memberikan dampak negative bagi tubuh manusia. Ia juga dapat mengganggu kestabilitas masyarakat.

Di banyak Negara, narkotika hukumannya bukan sangat berat, yaitu hukuman mati. Karena ia merusak dan membunuh generasi. Jika suatu bangsa menjadi masyarakat pecandu, maka rusaklah bangsa tersebut. Kegiatan ekonomi akan terpuruk, dan pada akhirnya Negara tidak dapat melakukan pembangunan secara maksimal. Inti dari suatu masyarakat adalah sumber daya manusianya. Jika SDM rusak,maka akan rusak seluruh tatanan maysarakat.

Khamar atau narkotik diharamkan secara keseluruhan, baik sedikit atau banyak. Sedikit bias jadi tidak memabukkan, namun seseorang yang minum minuman keras, telah memasukkan materi berbahaya ke dalam tubuh manusia. Seberapapun kadarnya, ia tetap dilarang. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: مَا اَسْكَرَ كَثِيْرُهُ فَقَلِيْلُهُ حَرَامٌ

Dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Minuman yang dalam jumlah banyak memabukkan, maka sedikitpun juga haram”. [HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Daruquthni)

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ اَنَّ النَّبِيَّ ص اَتَاهُ قَوْمٌ فَقَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِنَّا نَنْبُذُ النَّبِيْذَ فَنَشْرَبُهُ عَلَى غَدَائِنَا وَ عَشَائِنَا، فَقَالَ: اِشْرَبُوْا فَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ، فَقَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِنَّا نَكْسِرُهُ بِاْلمَاءِ، فَقَالَ: حَرَامٌ قَلِيْلُ مَا اَسْكَرَ كَثِيْرُهُ

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari datuknya, bahwa Nabi SAW didatangi suatu qaum, lalu mereka berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya kami (biasa) membuat minuman keras, lalu kami meminumnya di pagi dan sore hari. Lalu Nabi SAW bersabda, “Minumlah, tetapi setiap minuman yang memabukkan itu haram”. Kemudian mereka berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya kami mencampurnya dengan air”. Nabi SAW menjawab, “Haram (walaupun) sedikit dari minuman yang (dalam kadar) banyaknya memabukkan”. [HR. Daruquthni]

Banyak ancaman bagi para peminum khamar ini, baik berupa ancaman yang sifatnya non fisik hingga hukuman fisik. Semuanya bertujuan untuk mencegah kerusakan sumber daya manusia dalam masyarakat. Islam menginginkan generasi berkualitas, sehingga tujuan utama manusia sebagai khalifah Allah di muka dengan perintah untuk membangun peradaban manusia, dapat tercapai.

Di antara hukuman non fisik adalah sebagai mana berikut:

1. Ancaman shalatnya tidak diterima hingga empat puluh hari. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw berikut ini:

لايشرب الخمر رجل من أمّتي فيقبل الله منه صلاة أربعين يوما

Artinya: “Seorang yang meminum khamar dari golonganku, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari” (HR. An-Nasai)

اَلْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ، فَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ تُقْبَلْ صَلاَتُهُ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، فَإِنْ مَاتَ وَهِيَ فِيْ بَطْنِهِ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً.

“Khamr adalah induk dari segala kejahatan, barangsiapa meminumnya, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari, apabila ia mati sementara ada khamr di dalam perutnya, maka ia mati sebagaimana matinya orang Jahiliyyah.”

2. Diancam tidak masuk surge sebagaimana sabda rasulullah saw berikut ini:

لايدخل الجنّة مد مّن خمر

Artinya: “Tak akan bisa masuk surga orang yang suka meminum khamar.” (HR. Ibnu Majjah)

3. ia dianggap tidak beriman. Sabda rasulullah saw.

لاَ يَزْنِي الزَّانِي حِيْنَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلاَ يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِيْنَ يَشْرَبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ.

Artinya: “Tidaklah berzina seorang pezina ketika ia berzina dalam keadaan beriman, tidak pula meminum khamr ketika meminumnya dalam keadaan beriman.” (HR. Bukhari)

4. Khamar bagian dari dosa besar. Nabi Shallallahu saw bersabda:

اَلْخَمْرُ أُمُّ الْفَوَاحِشِ، وَأَكْبَرُ الْكَبَائِرِ، مَنْ شَرِبَهَا وَقَعَ عَلَى أُمِّهِ، وَخَالَتِهِ، وَعَمَّتِهِ.

Artinya: Khamr adalah induk dari kekejian dan dosa yang paling be-sar, barangsiapa meminumnya, ia bisa berzina dengan ibunya, saudari ibunya, dan saudari ayahnya.” (HR. Thabrani)

5. ia dianggap bagaikan menyembah berhala. Sabda Rasulullah saw:

مُدْمِنُ الْخَمْرِ كَعَابِدِ وَثَنٍ.

Artinya: ‘Pecandu khamr seperti penyembah berhala.’ (HR. Ahmad)

Bukan saja peminumnya, namun semua orang yang berinteraksi dengan khamar, akan mendapatkan murka Allah saw. Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut ini:

لُعِنَتِ الْخَمْرُ عَلَى عَشْرَةِ أَوْجُهٍ بِعَيْنِهَا وَعَاصِرِهَا وَمُعْتَصِرِهَا، وَبَائِعِهَا وَمُبْتَاعِهَا، وَحَامِلِهَا وَالْمَحْمُولَةِ إِلَيْهِ، وَآكِلِ ثَمَنِهَا، وَشَارِبِهَا وَسَاقِيهَا.

‘Khamr dilaknat pada sepuluh hal; (1) pada zatnya, (2) pemerasnya, (3) orang yang memerasnya untuk diminum sendiri, (4) penjualnya, (5) pembelinya, (6) pembawanya, (7) orang yang meminta orang lain untuk membawanya, (8) orang yang memakan hasil penjualannya, (9) peminumnya, dan (10) orang yang menuangkannya.’” (HR. Ibnu Majah)

Selain ancaman non fisik, para peminum khamar juga mendapatkan ancaman hukuman fisik. Adapun jumlah deraan, terjadi khilaf di antara para ulama, Namun minimal didera sebanyak 80 kali. Apabila diperlukan, pengadilan dapat memberikan jatuhan hingga 80 80 kali dera sesuai dengan kondisi pelaku.

Diriwayatkan oleh al-Hushain• bin al-Mundzir, “Bahwasanya ‘Ali mencambuk al-Walid bin ‘Uqbah karena meminum khamr dengan 40 kali cambukan, lalu ia berkata, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menvambuk dengan 40 kali cambukan, Abu Bakar 40 kali cambukan, dan ‘Umar 80 kali cambukan. Semuanya merupakan Sunnah, dan yang ini (40 kali cam-bukan) lebih aku sukai.’

======================
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open