Tuesday, January 23, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Melindungi Akal: Kewajiban Menuntut Ilmu


Sebelumnya pernah kami sampaikan bahwa melindungi akal bisa berjalan di dua arah, yaitu menjaga akal agar tidak sirna dan kedua melindungi agar agar tetap eksis dan berkembang. di antara hal terpenting yang diperintahkan agama dalam upaya melindungi akal adalah dengan mendorong manusia untuk menggapai ilmu pengetahuan.

Manusia diciptakan di dunia, mengemban tugas yang sangat berat, yaitu menjadi khalifah Allah di muka bumi. Artinya bahwa alam raya seisinya, diserahkan oleh Allah kepada umat manusia untuk dikelola dengan baik. Manusia punya tugas berat untuk membangun peradaban di muka bumi.

Peradaban yang dimaksud adalah peradaban rabbani, yaitu membangun manusia seutuhnya (insan kamil), yang memadukan antara kebutuhan jasmani dan ruhani, materiil dan spirituil. Peradaban yang berorientasi kepada nilai ketuhanan dengan menjadikan hukum Tuhan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan dalam berbagai aktivitas manusia. Juga peradaban yang mengusung dua kebahagiaan, yaitu dunia dan akhirat.

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

Tugas peradaban tidak Akan lepas dari ilmu pengetahuan. Maka bekal pertama yang diberikan Allah kepada bapak manusia, Adam as adalah ilmu pengetahuan.

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (31)
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman:` Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar! `(QS. 2:31

Ilmu menjadi sesuatu yang sangat agung. Allah ingin menunjukkan kepada makhluknya bahwa ilmu di sisi Allah merupakan sesuatu yang luarbiasa. oleh karena itu, ia harus digapai. bahkan untuk menunjukkan mengenai pentingnya ilmu ini, allah swt. mengumpulkan para malaikat dan juga iblis. mereka diuji oleh Allah terkait tingkat keilmuan yang mereka miliki lalu dibandingkan dengan Adam. Ternyata dalam ujian tersebut, adam sebagai manusia pertama, secara keilmuan lebih unggul dibandingkan dengan iblis dan para malaikat. dengan ilmu ini, Allah perintahkan kepada para malaikat dan iblis, untuk sujud hormat kepada nabi Adam.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (34)
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat:` Sujudlah kamu kepada Adam, `maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takbur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.(QS. 2:34

Bukan hanya Adam, ayat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw juga terkait dengan ilmu pengetahuan. Allah menurutnkan 5 ayat dari surat al-Alaq yang menjadi dorongan terpenting dalam proses mendapatkan ilmu dan etika keilmuan. Ayat tersebut sebagai berikut:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya: Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. () Menjadikan manusia dari segumpal darah. () Bacalah, dan Tuhan-mu Yang Maha Pemurah. () Yang mengajar dengan qalam. () Dia mengajar manusia sesuatu yang tidak diketahui. (QS. Al Alaq: 1-5)

Derajat orang berilmu sangat tinggi. Firman Allah, ”
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ‏
Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (al-Mujaadilah: 11),
Para penuntut ilmu sama derajatnya dengan mujahidin di medan perang. Firman Allah:
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Artinya:.”Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” {QS. At Taubah 122}.
Dalam sebuah hadis disebutkan:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَرَوَاهُ بَعْضُهُمْ فَلَمْ يَرْفَعْهُ.

Artinya: Dari sahabat Anas bin Malik, beliau berkata: “Rosululloh SAW., bersabda”:“Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu, maka dia di jalan Allah, sampai kembali”. (HR Tirmidzi)

Jalan menuju majelis ilmu adalah jalan menuju surga. Para malaikat dan seluruh binatang di dunia ini, diperintahkan oleh Allah untuk mendoakan penuntut ilmu. Seluruh makhluk Allah itu, akan mendoakan agar Allah mengampuni dosa penuntut ilmu. Para ulama pun, merupakan pewaris nabi.
Sabda Rasulullah saw:

من سلك طريقا يلتمس فيه علما ، سهل الله له به طريقا إلى الجنة ، وإن الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم رضا بما يصنع ، وإن العالم ليستغفر له من في السماوات ومن في الأرض حتى الحيتان في الماء ، وفضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب ، وإن العلماء ورثة الأنبياء لم يورثوا دينارا ، ولا درهما إنما ورثوا العلم

Artinya: Barangsiapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, maka allah akan mempermudah jalannya menuju surga. Sungguh malaikat mengepakkan sayapnya untuk penuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Sungguh semua makhluk yag berada di langit dan di bumi, sampai ikan yanhg berada di dalam air, akan berdoa memintakan am[un kepada Allah. Keutamaan orang berilmu dibandingkan dengan orang tidak berilmu, seperti keutamaan bulan dibandingkan dengan planet lainnya. Sungguh ulama adalah pewaris para nabi. Dan nabi tidak mewarisi dinar atau dirham. Mereka mewariskan ilmu. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Tatkala manusia meninggal dunia, seluruh amal perbuatan akan putus kecuali hanya tiga perkara. satu di antaranya adalah ilmu yang bermanfaat. perhatikan sabda Rasulullah saw berikut ini:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika manusia meninggal maka semua amalannya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakan untuknya.” (HR. Muslim)

Para penuntut ilmu, dianggap sedang melakukan jihad fi sabilillah. perhatikan sabda Rasulullah saw berikut ini:

مَنْ خَرَجَ في طَلَبِ العِلْمِ فَهُوَ في سَبيلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
Artinya: “Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka dia berada di jalan Allah sampai pulang “( HR. at-Tirmidzi)

Demikianlah Islam memandang ilmu pengetahuan. Maka menjadi tugas setiap insane muslim untuk selalu menuntut dan menyebarkan ilmu ke berbagai penjuru dunia. umat Islam sejatinya menjadi para ilmuan dan ulama yang disegani. karena dengan ilmu ini, peradaban dunia akan terwujud. wallahu a’lam

======================
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open