Monday, October 22, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Markaz Ushuli; Metode Belajar Bahasa Arab Manhaji, Efektif dan Efisien

IMG-20140528-WA001Belajar bahasa Arab, jika sekadar untuk percakapan, sesungguhnya tidak terlalu sulit. Kita hanya sekadar menghafal materi percakapan sehari-hari, maka dengan mudah kita dapat berbicara dengan bahasa Arab. Persoalannya, tatkala diminta untuk membaca kitab, apalagi memahami kitab kuning, ternyata tidak semudah belajar percakapan. Untuk itu, pelajaran dengan prioritas pemahaman terhadap bacaan kitab kuning, perlu mendapatkan perhatian lebih.

Di Pesantren-pesantren salaf, bahasa Arab yang diajarkan, umumya adalah belajar untuk memahami kitab yang bertujuan untuk dapat membaca dan memahami mashadir tasyri’ al-Quran dan Sunnah.

Ustdz Joko, yang mengambil Magister di Universitas al-Azhar Cairo dan anggota kajian markaz Ushuli, telah melakukan penelitian di berbagai pesantren di Indonesia. Tujuannya untuk dapat merumuskan metode pelajaran bahasa arab yang efektif dan efisien.

Dari penelitian tersebut, ust Joko merumuskan cara cepat membaca kitab kuning yang tertuang dalam karyanya, “Manhaji, Program Kilat Menguasai Kitab Kunigng”. Buku ini terdiri dari 12 jilid yang ditulis secara mudah dan sederhana.

Buku ini sudah diuji berkali-kali di tempat yang berbeda-beda, baik di Surabaya, Lamongan, Banten, Yogja dan lain sebagainya. Hasilnya cukup memuaskan. Di Cairo sendiri, ust Joko telah meluluskan 6 angkatan belajar bahasa Arab Manhaji.

Menurut ust Dedi, metode manhaji ini oleh penulisnya merupakan gabungan metode pondok salaf, modern, al-Azhar Cairo, dan perasan dari kitab-kitab bahara Arab klasik seperti Alfiah ibnu Malik, Qatrunada, Mughni Labib, dan juga disarikan dari kitab-kitab kontemporer.

Dalam kajian Markaz Ushuli, para anggota kajian, termasuk penulis buku Ust Joko membicarakan lebih lanjut untuk lebih mensosialisasikan sistem beliau ini. Mereka lantas membentuk tim yang nantinya akan menjadi semacam lembaga belajar Bahasa Arab dengan sistem manhaji.

Gambaran ke depan, Lembaga Kursus Manhaji mempunyai dua program besar, yaitu:

  1. Menjual sistem ke berbagai lembaga pendidikan Islam dan pondok pesantren, dengan sistem training for trainer.
  2. Membentuk Lembaga kursus bahasa Arab untuk umum.

Untuk training for trainer, bisa dilaksanakan dalam waktu 3 hari secara intensif. Sementara untuk kursus bagi mereka yang pemula, bisa dilaksanakan selama 4.5 bulan dengan keseluruhan 50 jam pelajaran.

Menurus ust Dedi, dengan sistem manhaji, mereka yang hanya bermodal bisa membaca al-Quran, akan bisa membaca kitab kuning dengan lancar, jika mengikuti sistem ini dari awal hingga selesai.

Sistem manhaji akan dipraktekkan langsung ke dalam al-Quran. Jadi, nahwu dan saraf manhaji diproyeksikan untuk dapat memahami al-Quran.

Tahapan metode manhaji sebagai berikut:

Jilid satu sampai 4, diajarkan teori nahwu saraf dengan langsung contoh praktek surat al-Baqarah. Jadi  program dasar (jilid 1-4) tamat mengkaji surat al-Baqarah beserta analisa dan terjemah mendetail, ditambah nahwu dan sharafnya. Program dasar dapat selesai selama 2.5 bulan dengan setiap pertemuan 120 menit perhari, 6 kali dalam seminggu.

Untuk program selanjutnya, yaitu program menengah atau lanjutan berupa pendalaman teori-yang telah diberikan di program dasar dengan langsung memberikan contoh dan prakteknya dari kitab-kitab tafsir, fiqih, dan hadis dan al-Quran juz 30. Program ini dapat selesai selama 1 bulan, dengan durasi pertemuan 120 menit sehari, 6 kai dalam seminggu. Program lanjutan ini (jilid 4-8) orientasi ke penguasaan kitab kuning.

Selanjutnya program mahir yatu dari jilid 9-12. Kompetensinya sudah ke Balaghah dan praktek mengkaji kitab-kitab turats yang lebih berat, matan-matan dan menulis karya ilmiah dalam bahasa Arab. Program ini dapat selesai selama 1 bulan, dengan durasi pertemuan 120 menit sehari, 6 kai dalam seminggu. Program lanjutan ini (jilid 4-8) orientasi ke penguasaan kitab kuning.

Jika program dasar sudah benar-benar dikuasai, untuk program selanjutnya bisa lebih cepat. Semoga cita-cita mulia para anggota kajian Markaz Uhsuli dipermudah sehingga dapat memasyarakatkan bahasa Arab ke masayarat Islam Indonesia. Dengan memahami bahasa Arab, bearti menjadi langkah awal kita untuk memahami al-Quran dan sunnah serta kitab-kitab karangan para ulama besar kita.

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open