Monday, September 16, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Makna Khusyu’

f

Dalam sebuah diskusi, ada yang melontarkan pertanyaan sebagai berikut:

Dalam Surah Al-Mu’minun terdapat kata jamak khoosyi’uun. Apa betul mufrodnya khusyu’? Apa arti akar bahasa khusyu’? dan apa arti istilah untuk khusyu’?

 

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah sebagai berikut.  خاشعون  merupakan isim fail yang berasal dari kata dasar (masdar) خشع. خاشعون  merupakan jamak mudzakar salim. Arti secara bahasa adalah السكينة.  (ketenangan), الخضوع (ketundukan), الذلة  (kerendahan)

Secara istilah, khusyu bearti merendahkan hati dihadapan kuasa Allah swt.  Ia merasa bahwa segalanya datang dari Allah dan hanya akan kembali kepada Allah. Manusia sama sekali tidak ada artinya dihadapan kuasa Allah. Ia akan selalu tunduk atas segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

 

Apa maksud khusyu dalam shalat? Nabiyullah sendiri pernah salat sambil menggendong cucunya, atau Nabi juga pernah memindahkan sahabat yang dari sisi kiri beliau ke sisi kanan saat salat jamaah.

Tentang khusyu shalat, terdapat banyak perbedaan di kalangan para ulama

1. Memahami dan menghayati makna bacaan shalat, dengan jiwa tunduk kepada Allah.

2. Khusyuk shalat: mata memandang tempat sujud

  – قول أبي هريرة كان أصحاب رسول الله -صلى الله عليه وسلم- يرفعون أبصارهم إلى السماء في الصلاة، فلما نزل:  الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ  رموا بأبصارهم إلى مواضع السجود

Abu hurairah berkata, dulu sahabat nabi Muhammad saw ketika shalat melihat matanya ke atas langit. Kemudian setelah turun firman Allah, :  الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ  mereka menatap mata mereka ke tempat sujud.

3. Tidak monoleh-noleh  dan jelalatan.

أن النبي -صلى الله عليه وسلم- أبصر رجلًا يعبث بلحيته في الصلاة، فقال: لو خشع قلب هذا لخشعت جوارحه 

Bahwa nabi Muhammad saw melihat seseorang ketika shalat memainkan jenggotnya. Rasul bersabda, jika saja hatinya khusyu tentu badannya juga akan khusyu.

4. Dengan suara lambut. Ini seperti kata khushu dalam firman Allah:

وَخَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ  .

 Dan suara-suara (pada hari itu) tunduk (hening) di hadapan ArRahmaan

5. Dengan jiwa yang tenang

6.Shalat dengan jiwa yang takut kepada Allah dan shalat deng tenang .

7. Shalat dengan perasaan tawadhu’

8. Tidak banyak bergerak ketika shalat.

9. Khusyu dibagi dua, yaitu khusyu hati dengan jiwa tunduk kepada Allah dan shalat dengan penuh penghayatan. Kedua khusyu badan, dengan tidak banyak melakukan gerakan yang dapat merusak penghayatan shalat, seperti mata jelalatan, sering garu’garuk.

Jika melihat kepada beberapa pendapat ulama tadi, shalat dengan menggendong anak, asalkan shalat masih dengan penuh penghayatan, maka ia tetap dapat melakukannya dengan khusyu’.

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

6 + three =

*