Friday, January 18, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Makna Awal dan Akhir

Seri Syarah HPT Bab Iman.

Artikel ke-48
الإِيْمَانُ بِا للهِ عَزَّ وَجَلَّ
يَجِبُ عَلَيْنَا اَنْ نُؤْمِنَ بِا للهِ رَبِّنَا ( 4) وَهُوَ الْإِلَهُ الْحَقُّ الَّذِى خَلَقَ كل شّيْئٍ وَهُوَ الواَجِبُ الوُجُوْدِ ( 5) وَ اْلأَوَّلُ بِلاَ بِدَايَةٍ وَاْلآخِرُ بِلاَ نِهَايَةٍ ( 6) ولاَ ( يُشْبِهُهُ شَيئٌ مِنَ الكَائِنَاتِ ( 7) الاَحَدُ فِىأُلُوْهِيَّتِهِ وَصِفاَتِهِ وَ اَفْعَالِهِ ( 8
( اَلْحَىُّ القَيُّوْمُ ( 9)السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ( 10 ) وَهُوَ عَلَى آُلَِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ ( 11 إِنَّمَا اَمْرُهُ اِذَا اَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُوْلَ لَهُ آُنْ فَيَكُوْنُ ( 12 ) وَهُوَ عَلِيْمٌ بِمَايَفْعَلُوْنَ ( 13 ) اَلْمُتَّصِفُ بِالْكَلاَمِ وَآُلِّ آَمَالٍ. المُنَزَّهُ عَنْ آُلِّ نَقْصٍ وَمُحَالٍ ( 14 ).( يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ. بَِيَدِهِ اْلأَمْرُ آُلُّهُ وَإِلَيْهِ يَرْجِعُوْنَ ( 15
4
IMAN KEPADA ALLAH YANG MAHA MULIA
Wajib kita percaya akan Allah Tuhan kita (4). Dialah Tuhan yang sebenarnya, yang menciptakan segala sesuatu dan Dialah yang pasti adanya (5). Dialah yang pertama tanpa permulaan dan yang akhir tanpa penghabisan (6). Tiada sesuatu yang menyamai-Nya (7). Yang Esa tentang ketuhanan-Nya (8). Yang hidup dan pasti ada dan mengadakan segala yang ada (9). Yang mendengar dan yang melihat (10). Dan Dialah yang berkuasa atas segala sesuatu (11). Perihal-Nya apabila ia menghendaki sesuatu Ia firmankan: “Jadilah”! maka
jadilah sesuatu itu (12). Dan dia mengetahui segala sifat kesempurnaan. Yang suci dari sifat mustahil dan segala kekurangan (14). Dialah yang menjadikan sesuatu menurut kemauan dan kehendakNya. Segala sesuatu ada ditangan-Nya dan kepada-Nya akan kembali (15).

Allah adalah Dzat Yang Maha Awal dan Maha Akhir. Sifat allah tersebut tercantum dalam al-Quran sebagaimana berikut ini:
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ [الحديد: 3].
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dalam kitab tafsir Jamiul Bayan, Ibnu Jarir ath-Thabari berkata, Al awal maknanya, Ia ada sebelum ada apapun tanpa bermula. Al-akhir maknanya, Ia selalu ada tanpa ada batas ahir. Sebelum ada sesuatu, Ia telah ada. Karena Ia ada, sementara tiada sesuatu apapun yang ada selain daripada-Nya. Ia juga selalu akan ada, setelah segala sesuatu sirna. Ini seperti firman Allah:
كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ

Artinya: Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah Allah. (QS. Al-Qashash : 88)

وقال الزجاج: (الأول) هو موضوع التقدم والسبق. ومعنى وصفنا الله تعالى بأنه أول: هو متقدم للحوادث بأوقات لا نهاية لها، فالأشياء كلها وجدت بعده، وقد سبقها كلها، وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في دعائه: ((أنت الأول فليس قبلك شيء، وأنت الآخر فليس بعدك شيء)) (تفسير الاسماء)
Menurut Azzujaj dalam kitab Tafsirul Asma, al-Awwal adalah sesuatu yang datang terlebih dahulu. Maksud dari ayat tersebut bahwa Allah disifati dengan al awwal karena Allah lebih dulu datang dari pada mahluk dengan kisaran waktu tiada batas. Benda-benda yang ada, datang setelah Allah. Semua didahului Allah. Hal ini juga dikuatkan oleh sabda Rasulullah saw ketika berdoa, beliau memanjatkan kata-kata sebagai berikut:
أنت الأول فليس قبلك شيء، وأنت الآخر فليس بعدك شيء
Artinya: Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu.” (HR. Muslim)
Menurut al-Khathabi dalam kitab Sya’nu ad-Du’a, al-Awwal maknanya adalah yang mendahului segala sesuatu. Dia yang akan selalu ada sebelum adanya makhluk. Maka Ia sajal yang berhak untuk disembah. Hal itu karena Ia ada, dan tidak pernah ada apapun sebelum Dia, serta tidak pula ada yang bersama dengan Dia.
Al-Hulaimi berkata dalam kitab al-Asma, al-Awwal, yang tidak didahului sesuatu. Al-Akhir, yang tidak akan ada setelah Ia. Hal ini, karena kata “sebelum” dan “sesudah”, ada batasnya. Sesuatu selain Dia, akan berahir setelah ada, dan ia pun ada dengan permulaan. Sementara Allah tidak bermula dan tidak ada batas ahir. Tidak ada sesuatu yang ada sebelum Ia dan tidak akan pula ada sesuatu setelah Ia. Maka Allah adalah yang awal dan ahir.
As-Sa’di berkata, al-Awwal menunjukkan bahwa semua yang ada selain Allah merupakan hal baharu. Alam raya ada, dari yang sebelumnya tiada. Oleh karena itu, seorang hamba harus merenungi nikat agama dan dunianya. Hal itu, karena sebab dan musabbab sesungguhnya adalah milik Allah. Al-Akhir menunjukkan bahwa Allah merupakan tujuan. Ia tempat bergantung semua makhluk.

Comments

comments

 border=
 border=
Open