Saturday, November 18, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Makanan Yang Halal Dan Baik Itu Menyehatkan

Sebelumnya kami sampaikan mengenai perintah untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik. Yang dimaksudkan makanan yang halal, adalah makanan yang secara hukum syariat dibolehkan. Sementara makanan yang baik, maksudnya adalah makanan yang mengandung manfaat bagi tubuh manusia.

Mengapa harus ada baik? Karena bisa saja, makanan yang halal, namun tidak baik bagi sebagian orang. Semisal daging kambing yang sudah jelas kehalalannya, namun belum tentu baik bagi mereka yang terkena darah tinggi. Atau makana seafood yang jelas halalnya, namun bagi sebagia orang, justru berpotensi menimbulkan penyakit darah tinggi atau asam urat. Jadi, antara yang halal dan baik ini, harus menjadi satu-kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

Semua makanan yang halal dan baik, dipastikan mengandung banyak manfaat bagi tubuh manusia. Mengkonsumsi makanan sesuai dengan kadar yang dibutuhkan tubuh serta menghindari makanan yang dapat memberikan mudarat bagi tubuh, akan memberikan efek positif bagi tubuh manusia. Tubuh tidak akan mudah terkena penyakit. Jika tubuh sehat, maka banyak aktivitas yang dapat dia lakukan secara lebih maksimal.

Tubuh sehat, merupakan nikmat luar biasa. Manusia dapat beribadah dengan enak, dapat bekerja dengan baik, dapat melakukan berbagai aktifitas sehari-hari dengan baik dan lain sebagainya. Oleh karenanya, nabi muhammad saw memerintahkan kita untuk selalu mensyukuri nikmat sehat ini.

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

terkait hadis di atas, Ibnu Baththol pernah mengatakan bahwa seseorang tidak dianggap memiliki waktu luang ketika ia sakit. Artinya bahwa ia baru memiliki waktu luang, jika ia sehat.

Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia selalu bersemangat. Jangan sampai seseorang tertipu dengan tidak bersyukur kepada Allah. Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Jika seseorang luput dari sifat syukur, maka dia merupakan orang yang tertipu.”

Ibnul Jauzi mengatakan, ”Terkadang seseorang dalam kondisi sehat, namun tidak memiliki waktu luang karena terlampau sibuk dengan dunia. Dan terkadang, manusia memiliki waktu luang, namun kondisinya tidak sehat. Apabila pada diri manusia terkumpul waktu luang dan nikmat sehat, umumnya akan datang rasa malas dalam untuk melakukan aktivitas kebaikan. Mereka ini adalah manusia yang telah terperdaya.”

===============
Wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung.
SMS konfirmasi transfer: +201120004899
Web: almuflihun.com

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open