Thursday, April 26, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Kritik Al-Amidi Terkait Argumen Illat Ma’lul

hf

 

Jika illat malul seperti yang disampaikan oleh para filsuf tadi dianggap mempunyai kelemahan, lantas argumen apa yang kiranya lebih sesuai dan lebih kuat?  Imam Amidi memberikan solusi sebagai berikut:
Jika illat dan ma’lul tidak terbatas dan keduanya bersifat mumkinul wujud (mungkin ada), maka keberadaan mumkinul wujud hanya da dua kemungkinan, pertama ia akan terjadi tasalsul (berantai tiada batas), kedua tidak terjadi tasalsul.
Mustahil terjadi tasalsul berurutan, dengan alasan sebagai berikut:
1) Setiap benda, pasti dimulai dari ketiadaan. Setiap yang dimulai dari ketiadaan, bearti ada awalnya. Setiap yang punya awal pasti punya ahir. Ia tidak masuk akan berantai tanpa ada batas ahir.
2). Keberadaan setiap benda, bergantung kepada benda sebelumnya. Jika benda sebelumnya belum ada, maka ia tidak akan ada. Benda yang belum ada tadi, juga bergantung kepada benda lain yang belum ada juga. Ketergantungan seperti ini tidak mungkin berantai sampai tidak terbatas. Pasti akan ada kebergantungan kepada sesuatu paling ahir. Jika benda pertama tidak ada, maka benda-benda setelahnya tidak akan ada, karena satu sama lain saling bergantung terhadap benda sebelumnya. Pertanyaannya, dari mana asal benda pertama yang harus ada itu?

3) Dengan mengatakan mengenai sifat beruntun antara ilah dan ma’lul, maka sama saja mengatakan bahwa illat juga mempengaruhi ma’lul meski illat tidak ada. Tentu ini mustahil.

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open