Thursday, September 20, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Kiyas Sesungguhnya Adalah Maslahat

Mengapa para mujtahid Irak lebih mengedepankan kiyas? Ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai argumen, di antaranya adalah bahwa wilayah Irak jauh dari hijaz. Jumlah para sahabat yang berada di Irak, tidak sebanyak dengan jumlah para sahabat yang berada di Hijaz, uatamanya Mekah dan Madinah. Dengan keterbatasan para sahabat, secara otomatis juga berpengaruh terhadap banyaknya hadis nabi yang sampai kepada para ulama Irak.

 

Madinah, merupakan tempat nabi Muhammad dan tempat para sahabat Rasulullah saw. Di sana, para sahabat sudah membentuk komunitas masyarakat yang dibina langsung oleh Rasulullah saw. Dengan demikian, segala tindak tanduk mereka, selalu berdasarkan para cntoh dan teladan nabi Muhammad saw. Dari sini maka Imam Malik dalam salah satu ushulnya menyatakan bahwa tradisi masyarakat madinah, menjadi inspirasi dan timbangan hukum.

 

Sementara tidak demikian yang terjadi di Irak. Masyarakat Irak bukanlah masyarakat sahabat bentukan Rasulullah. Irak awalnya bukan bagian dari Negara Arab. Ia berada di bawah kekuasaan Persia. Irak juga pernah berdiri kerjasaan besar dengan peradaban yang sangat maju, yaitu kerajaan Babilonia.

 

Para sahabat beserta pasukannya, membuka Irak dan menjadikannya masuk dalam kekuasaan Islam. Namun, masyarakat Irak masih banyak yang berpegang dengan tradisi yang ada. Banyak juga persoalan yang berasal dari tradisi tempatan, yang tidak ada di Hijaz. Semua ini menuntut solusi dan kepastian hukum yang sesuai dengan al-Quran dan Sunnah nabi. Maka ijtihad yang digunakan, salah satunya adalah ijtihad dengan menggunakan kiyas ini.

 

Seain itu, secara politik, terjadi persoalan luar biasa. Pasca pembunuhan Imam Ali bin Abi Thalib, pergolakan politik datang silih berganti tiada henti. Umat islam terpecah menjadi banyak golongan dan kelompok. Antar kelompok Islam saling berperang, saling bunuh dan bahkan saling mengkafirkan satu sama lain. Terkadang, antar firqah Islam untuk menguatkan posisi politik dan ideology mereka, membutuhkan justifikasi kuat dengan berlandaskan pada al-Quran dan snnah. Muncullah tafsiran-tafsiran al-Quran yang sesuai dengan paham dan keyainan mereka.

 

Persoalan bukan saja sampai di situ. Namun juga meluas kepada sunnah nabi Muhammad saw. Di masa tabiin ini, mulai muncul persoalan terhadap hadis nabi. Banyak ognum dari firqah Islam, yang memanipulasi hadis nabi, guna menguatkan pandangan politik dan ideologi kelompoknya.

 

Hal ini perlu diantisipasi. Para ulama Irak harus ekstra hati-hati. Maka mereka pun melakukan penelitian sangat ketat terhadap perawi hadis. Bahkan para ulama Irak, lebih memilih untuk menggunakan kiyas dengan mengaitkan perkara furu kepada perkara ushul yang sudah pasti shahihnya dibandingkan dengan menggunakan hadis lemah. Ini adalah wujud kehati-hatian mereka dalam menetapkan hukum Islam. Jangan sampai, mereka memberkan ketetapan yang salah dikarenakan menggunakan hadis lemah atau terjatuh dengan memakai hadis palsu. Kiyas, menajdi salah satu jalan alternatif.

 

Jadi, kiyas banyak mengandung sisi maslahat. Kiyas, sesungguhnya bagian dari upaya para imam untuk mencari kebuntuan hukum. Dengan kiyas, banyak persoalan umat yang dapat terselesaikan. Kiyas menjadi sarana alternatif bagi para ulama Irak untuk menyikapi dan mencari solusi alternatif terhadap banyak persoalan yang sedang mereka hadapi.

 

==================================

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open