Saturday, January 23, 2021
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Kesempurnaan Itu, Ketika Kita Mampu Melengkapi Kekurangan Orang Lain

546

Manusia adalah makhluk sosial. Ia hidup di masyarakat dan berinteraksi dengan mereka. Antar sesama umat manusia saling membutuhkan. Tukang roti membutuhkan gandum, jadi ia harus beli gandum dari pedagang. Pedagang gantum belinya dari petani. Petani nanam gandum butuh pupuk. Ia harus beli ke penjual pupuk. Dan demikian seterusnya.

 

Karena kita makhluk sosial, maka berinteraksi dengan orang lain menjadi satu keniscayaan. Di sini, kita akan mengenal orang lain. Kita jadi tahu mengenai seluk beluk dan variasi karakter manusia.

 

Ternyata, tidak satu pun manusia yang sama, baik secara fisik maupun karakter. Sudah menjadi sunatullah bahwa manusia memang berbeda-beda. Perbedaan ini bukan untuk saling menentang atau berselisih, namun justru saling melengkapi satu sama lain. Berbedaan ini menjadi indah manakala ada kerjasama dan saling memahami. Tentang perbedaan manusia ini, Allah berfirman:

 

وَمِنْ آَيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ

 

Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. (QS. Ar-Ruum: 22)

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

Artinya :

 “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al-Hujraat: 13)

 

 

Taukah Anda mengapa gitar suaranya bisa terdengar merdu? Hal itu karena yang memainkannya bisa memetik gitar dengan variasi nada yang berbeda-beda. Coba saja gitar dipetik dengan satu nada saja secara berulang-ulang, tentu suaranya tidak enak didengar. Orang akan menganggp kita tidak profesional dan tidak pandai bermain gitar

 

Itu juga ibarat manusia. Kita ini berbeda, namun tatkala satu sama lain saling bekerjasama, memberi dan menerima, maka kehidupan akan terasa indah. Kita bisa bersahabat, berkeluarga dan bermasyarakat dengan jiwa harmoni layaknya lantunan lagu yang merdu.

 

Dalam kenyataannya , tidak semua orang bisa bermain musik. Tidak semua orang bisa mengatur perbedaan tadi menjadi sebuah melodi yang enak didengar. Ia memainkan gitar sesuai dengan seleranya saja. Bisa jadi menurutnya indah, tapi bagi orang lain yang mendengarnya sangat jelek. Orag tidak suka mendengar musik kita. Bisa saja orang lain akan menghina kita lantara kebodohan kita memainkan gitar.

 

Dalam kehidupan juga demikian adanya. Dalam bergaul, kadang kita tidak nyeni. Kita tidak bisa memenej perbedaan dengan baik. Kita bergaul semau kita sendiri. Kita tidak mau memahami perbedaan yang ada pada orang lain. Kita menilai semua orang dari kacamata kita. Kita bermain kehidupan dengan keindahan menurut kita.

 

Karena kita tidak memperhatikan perasaan orang lain, maka yang ada malah saling gesek, saling iri, saling dengki dan sederet sikap buruk lainnya. Kita menjadi manusia egois. Yang benar di dunia ini hanya kita, semetnara orang lain harus sepemikiran dengan kita. Jika tidak, bearti dia salah dan kita anggap bodoh.

 

Rasulullah saw adalah teladan yang baik. Beliau mampu bergaul kepada siapapun sesuai dengan kadar usia masing-masing. Rasulullah bisa bermain dengan anak-anak, bergaul dengan istri, bergsenda gurau dengan sahabat, bahkan bisa berinteraksi dengan musuh. Maka tidak heran jika Rasulullah saw disegani oleh kawan maupun lawan. Semua menaruh hormat kepada Rasulullah saw.

 

Maka, bergaullah sesuai dengan teladan rasulullah tadi. Pahami orang lain dan jangan merasa benar sendiri. Jika tidak, yang rugi diri kita sendiri. Kita akan merasa sepi dalam keramaian. Jangan kita marah dan tidak puas dengan kekurangan yang ada pada sahabat kita, istri kita, suami kita, dan masyarakat sekitar kita. Kekurangan itu bukan untuk dijadikan sebagai titik konflik, tapi justru sebaliknya, menjadi titik harmoni yang nantinya dapat dimenej secara indah. Pada akhirnya, akan memunculkan lantunan musik merdu yang disukai oleh semua orang. Kesempurnaan itu, ketika kita mampu melengkapi kekurangan orang lain

Wallahu alam

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

20 − twelve =

*