Tuesday, November 13, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Keniscayaan Melakukan Observasi

risetBayak ayat-ayat Al-Qur’ân ataupun al-Hadits yang menyerukan umat Islam agar selalu menuntut ilmu dan mengadakan observasi dengan menggunakan metodologi yang benar. Bahkan para ulama sepakat bahwa mengetahui ilmu-ilmu duniai adalah fardlu kifayah. Ilmuan muslim yang melandasi proses observasi dengan tauhid, ketika berhasil menyingkap rahasia alam akan semakin mempertebal keimananya kepada Sang Pencipta (QS. Ali Imron:191). Setiap pengetahuan yang menyangkut kebutuhan umat Islam adalah fardu kifayah. Jika tidak ada seorangpun yang mengetahui pengetahuan tersebut maka seluruh umat Islam akan menanggung dosa. Tentu saja umat Islam disini adalah kumpulan komusitas umat yang tinggal dalam satu tempat tertentu. Karena pengetahuan sangat luas, maka spesialisasi dalam satu cabang ilmu sangat urgen35.

Pemahaman para ilmuan mengenai metodologi ilmiyah yang lepas dari nilai-nilai agama akan berimplikasi pada kepercayaan ilmuan kepada sang pencipta. Tidak hanya sampai disitu, pengetahuan yang sejatinya digunakan demi kemaslahatan manusia bahkan dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Peradaban yang dibangun melalui pandangan pengetahuan sekuleristik akan mengantarkan manusia pada pandangan-pandangan materilaistik juga. Jika demikian adanya, maka proses observasi hanya akan mengantarkan manusia kepada jurang kekafiran. Penngetahuan yang semestinya menjadi pembantu manusia dalam mengatasi berbagai kendala yang mereka hadapai, justru sebaliknya, menciptakan problematika baru. Bahkan pengetahuan dijadikan alat untuk menghancurkan menusia dal alam raya. Benarlah firman Tuhan, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. al-Rûm: 41)

Tentu saja pandangan materialistik seperti ini tidak dikehendaki oleh Islam. Dengan landasan tauhid, pengetahuan tetap akan berjalan sesuai dengan nilai dan etika yang Islami. Para ilmuan muslimpun akan menggunakan ilmunya demi kemaslahatan umat manusia seluruhnya. Bukankah Islam adalah “rahmatan lil’âlamîn?” Segala sesuatu dapat merugikan umat manusia sejauh mungkin akan dihindari.

Observasi ilmiyah yang berlandaskam pada ajaran Islam juga akan memerangi bentuk-bentuk perdukunan, ramalan dan hal-hla mistis lainnya. Kepercayaan masyarakat pada mistisme seperti ini selain bertentangan dengan Islam juga akan menghalangi proses pekembangan pengetahuan.

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open