Thursday, April 26, 2018
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Kaedah Hajiyat Dalam Ilmu Maqashid

Berdasarkan beberapa ayat yang sudah kami sampaikan sebelumnya, para ulama mengambil kesimpulan bahwa agama tidak sulit. Berbagai urusan ubudiyah, ibadah dan muammalah, sesungguhnya ditujukan untuk maslahat manusia dan tidak memberatkan hamba. Dalam tataran praktisnya, para ulama meletakkan beberapa kaedah, di antaranya adalah sebagai berikut:

الحرج شرعاً مرفوع

Maknanya adalah bahwa syariat akan mengangkat sesuatu yang memberatkan hamba. Contoh:

1. Diterima kesaksian seorang wanita terkait persoalan yang berhubungan dengan kewanitaan, meski kesaksiannya satu orang saja.

2.Shalat wajib menghadap kiblat. Hanya saja, kepastian kiblat, boleh dengan praduga dan tidak harus pas menghadap kabah. Karena jika ini dilakukan akan banyak memberatkan hamba.

Kaedah dua: المشقة تجلب التيسير

Maksudnya adalah jika terjadi kesulitan, maka dibolehkan untuk melakukan hal lain yang lebih mudah. Contohnya adalah rukhsah syariyyah yang diberikan syariat kepada hamba seperti:

1. safar.

a. Dengan adanya safar,maka seseorang boleh berbuka puasa di bulan ramadhan.

b. Ia dibolehkan melaksanakan qasar shalat empat rekaat menjadi dua rekaat.

c. Sebagaimana ia boleh melaksanakan shalat jamak.

d. Dalam kondisi safat, seseorang boleh untuk tidak melaksanakan shalat jumat.

e. Jika tidak ada air, ia boleh melaksanakan tayamum.

f. Orang yang dalam kondisi sakit, boleh shalat sambil duduk.

2. Sakit.

a. bagi orang yang sedang sakit, ia dibolehkan untuk tidak puasa ramadhan.

b. ia boleh tidak melaksanakan shalat jumat

c. Ia boleh tayamum untuk shalat

d. ia boleh shalat sambil duduk atau berbaring.

e. ia boleh mengkonsumsi obat yang diharamkan dalam kondisi darurat.

3. Dalam kondisi dipaksa

a. seseorang yang diancam akan dibunuh jika tidak mengucapkan kata-kata yang menjurus kepada kekafiran, maka ia boleh mengucapkannya demi menjaga jiwanya.

b. seseorang boleh memakan makanan yang diharamkan syariat seperti bangkai atau minum sesuatu yang mengandung najis seperti air kencing, atau minum minuman yang diharamkan seperti khamar jika ia dipaksa dan diancam.

4. lupa

a. seseorang yang lupa tidak melaksanakan kewajiban, tidak dianggap berbuat maksiat. Ia boleh melakukannya di waktu dia ingat tersebut. Seperti orang lupa belum shalat zhuhur di waktu asar, maka ia boleh melaksanakan qadha dzuhur di waktu asar. Meski qadha, ia tidak dianggap melakukan perbuatan maksiat.

b. Sembelihan yang sudah terlanjur disembelih, dan dia lupa mengucapkan bismillah, maka daging sembelihannya halal.

5. bodoh

a. seorang pembeli barang, boleh mengembalikan barang yang ia beli, manakala sampai rumah ia menemukan cacat dan itu tanpa ia ketahui sebelumnya.

b. seseorang tidak dianggap maksiat manakala memakan makanan yang mengandung babi atau jenis lain, atau mengkonsumsi minuman yang diharamkan seperti khamar, manakala ia tidak tahu.

6. sesuatu yang sulit dihindar

a. air comberan karena hujan, dianggap tidak najis jika susah dihindari.

b. darah sedikit yang mengenai pakaian, dianggap tidak najis.

c. korotan burung di masjid yang susah dihindari.

Bersambung…….

======================
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open