Monday, March 30, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

K.H Anang Rikza Masyhadi: Bagi Kaum Mmuslimin, Buta Huruf Itu Tatkala Tidak Bisa Membaca al-Quran  

9QAb1dW4

Bagi kaum muslimin, buta huruf bukan sekedar buta aksara latin, melainkan juga buta aksara hijaiyyah. Padahal aksara hijaiyyah itulah yang digunakan untuk menuliskan wahyu Allah (Al-Quran) dan sabda Nabi Muhammad  SAW (Hadis).

Maka, jika ada seorang muslim yang masih belum bisa mengenali dan membaca Al-Quran, meskipun ia fasih membaca huruf-huruf latin, maka ia tetap saja tergolong buta huruf.

Bagi muslim, buta huruf arab lebih krusial daripada buta huruf latin. Karenanya ia tidak bisa mengakses atau membaca langsung ayat-ayat suci Al-Quran. Padahal membacanya saja berpahala dan mendapat keutamaan. Dengan kata lain, jika seorang muslim tidak fasih membaca huruf Arab, maka ia kehilangan peluang pahala dan keutamaan dari Allah SWT.

Yang ingin saya tekankan di sini adalah bahwa para orang tua muslim hendaknya menyadari bahwa pendidikan keagamaan dan terutama membaca Al-Quran bagi anak-anaknya adalah sebuah keniscayaan.

Sebab, banyak yang masih mengabaikannya dan menganggapnya bukan bagian penting dalam proses pendidikan anak-anaknya. Bagi mereka yang penting itu adalah kursus matematika, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahkan les musik dan aneka keterampilan lainnya. Dalihnya: itu semua adalah bekal untuk masa depan anak-anaknya.

Mereka lupa bahwa bisa mengaji dengan baik dan benar, bisa shalat dan menjadi anak yang patuh serta berakhlakul karimah adalah juga bagian terpenting dari masa depan. Justru inilah masa depan yang sesungguhnya.

Masa depan seperti apakah yang dipikirkan orang tua, jika kelak anaknya tumbuh besar dan menjadi matematikawan besar, misalnya, ternyata tidak diiringi dengan kepatuhan dan ketaatan dalam beragama. Apalagi tidak bisa membaca Al-Quran, sesuatu yang paling mendasar dalam kehidupan pribadi muslim.

Itulah pentingnya belajar mengaji dididikkan sejak dini kepada anak-anak kita. “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Qas. Al-Qomar [54]: 17)

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

eighteen − 3 =

*