Saturday, November 18, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Julukan Pemimpin Umat: Raja

gashe
Dalam pemikiran politik Islam, julukan raja sangat jarang digunakan. Bahkan para pemimpin negara Islam, selalu menghindar dan tidak mau diberi julukan raja.

Dalam al-Quran, raja sering berkonotasi negatif. Raja merupakan pemimpin yang mempunyai otoritas penuh, otoriter dan pelaku zalim. Allah berfirman:

قَالَتْ إِنَّ الْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُوا قَرْيَةً أَفْسَدُوهَا وَجَعَلُوا أَعِزَّةَ أَهْلِهَا أَذِلَّةً ۖ وَكَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ

 

Artinya: “Dia berkata: ‘Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. (Annaml; 34)

 

أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدْتُ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا
Artinya: Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. (Al-Kahfi: 79)

Dalam bahasa Arab, raja berkonotasi sebagai pemimpin diktator dan otoriter. Ia akan memaksakan kehendaknya kepada rakyat.

Suatu kali, Rasulullah datang. Di sana banyak para sahabat yang telah menanti. Lalu para sahabat berdiri dan ada yang merundukkan badannya dihadapan Rasul, maka Rasulullah saw bersabda,

هَوِّنْ عَلَيْكَ , فَلَسْتُ بِمَلِكٍ ، إِنَّمَا أَنَا ابْنُ امْرَأَةٍ مِنْ قُرَيْشٍ كَانَتْ تَأْكُلُ الْقَدِيدَ

Artinya: “Jangan begitu, karena aku bukanlah seorang raja. Saya hanya seorang anak dari perempuan suku quraisy yang suka memakan roti

Ali bin Abi Thalin saat konfrontasi dengan Muawiyah, selalu mengingatkan bahwa muawiyah akan merubah sistem khilafah menjadi kerajaan. Ali pernah berkata, “Demi Allah, jika ia memimpin kalian, maka ia akan menjadi pemimpin seperti Kisra (raja persia) dan Hurqul (Raja Romawi).

Orang Arab biasa memanggil raja dengan istilah “Al-Jabbar”, karena raja umumnya diktator dan bersikap otoriter. Raja sering memerintahkan rakyatnya untuk melakukan maksiat kepada Allah. Dalam al-Quran Allah berfirman:

وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ

Artinya:”Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.” (QS: Asy-Syuara:130).

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open