Saturday, October 19, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Jangan Pelit Terhadap Diri Sendiri

saya seorang suami, kerja kuli di perkampungan. seperti ustad tahu hidup di kampung tdk hanya untuk makan, tapi juga undangan manten, yasinan rt dll. yang mau saya tanyakan, kadang suatu saat saya ingin beli baju/sekadar jajan misal baso, tapi say amerasa eman mengiungat kerja susah jadi berhemat lebih baik. tapi saya pernah dengar tausiyah seorang ustadz kalau kita haus menghargai diri sendiri. contoh beli baju yang bagus karena itu wujud syukur. yang benar yang mana sut. syukran

Waalaikum salam
Hal pertama yang harus kita tanamkan dalam diri kita adalah bahwa rezki manusia dari Allah dan diberikan kepada hambanya sesuai dengan kadar dan ketentuannya. Firman Allah:
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
“Dan tidak ada suatu binatang melatapun dibumi, melainkan Allah yang memberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat peyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS. Hud: 6)
Hadis rasulullah saw:

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
Artinya: “Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim )
Juga hadis nabi berikut:
إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ اكْتُبْ. فَقَالَ مَا أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبِ الْقَدَرَ مَا كَانَ وَمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى الأَبَدِ
“Sesungguhnya awal yang Allah ciptakan (setelah ‘arsy, air dan angin) adalah qalam (pena), kemudian Allah berfirman, “Tulislah”. Pena berkata, “Apa yang harus aku tulis”. Allah berfirman, “Tulislah takdir berbagai kejadian dan yang terjadi selamanya.” (HR. Tirmidzi no. 2155. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Meski demikian, manusia tetap harus berusaha untuk mendapatkan rezki tersebut:

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى
“ Dan bahwasanya seseorang manusia tidak memperoleh (apa-apa), selain apa yang telah di usahakannya” (QS. An Najm: 39)
Jangan lupa juga agar kita selalu bersyukur karena dengan bersyukur Allah akan menambah rezki kita:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memeklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu …” (QS. Ibrahim: 7)
Dan banyak beristigfar serta bersedekah agar Allah juga menambah rezki kita:

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (١٠) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (١١
“Mohonlah ampunan (Beristigfar) kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun (10) Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu (11)”. (QS. Nuh: 10-11)

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjamanan yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. (QS. Al Baqarah: 245)
Lalu menata diri agar kita percaya mutlak kepada Allah dan bertawakal kepada Allah atas segala sesuatu. Kita percaya dengan ketentuan Allah. Dengan tawakal, Allah akan memberikanr ezki kepada kita dari jalan yang tidak kita sangka:

Allah berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. At Thalaq: 2)

Jika anda ada rezki dan hendak membeli sesuatu untuk diri Anda, tidaklah mengapa. Karena itu bagian dari hak tubuh Anda.

يَا عَبْدَ اللَّهِ أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَصُومُ النَّهَارَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَلَا تَفْعَلْ صُمْ وَأَفْطِرْ وَقُمْ وَنَمْ فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
Wahai Abdallah! Kabarnya engkau selalu shaum di siang hari, dan bangun malam. (kata Ibn Amr) betul wahai Rasul! Beliau bersabda: jangan engkau lakukan seperti itu! Shaumlah dan berbuka lah! Bangunlah malam dan tidurlah sebagiannya. Sesungguhnya jasadmu punya hak untuk kemu penuhi. Matamu juga punya hak untuk kamu penuhi. Istrimu juga punya hak untuk kamu penuhi kebutuhannya. (HR. Bukhari)

Jika Anda butuh sandang, maka belilah sandang. Itu juga bagian dari rasa syukur dan sikap Anda dalam memperlihatkan nikmat Allah. Yang dilarang adalah sikap boros, atau juga terlalu pelit, termasuk kepada diri sendiri. Ciri seorang mukmin selalu seimbang dalam segala hal, termasyk dalam urusan pengeluaran harta, sebagaimana firman Allah:
وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا
Artinya: Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (QS. Al-Furqan Ayat 67 )

 

=========
Bagi yang hendak wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun yang diasuh oleh Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +20112000489

Dapatkan berbagai konten islami di aplikasi Tanya Jawab Agama yang dapat didownload di PlayStore:https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aridzon.tanyajawabagama

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

5 − four =

*