Saturday, November 18, 2017
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Istriku Pahlawanku

gambar-kartun-muslimah-couple-sedang-memakai-baju-adat-saat-pernikahan

 

Suatu kali, ada sahabat yang berjalan gontai menuju rumah Umar bin Khathab. Ia sedih, karena baru saja dimarahi oleh istrinya. Ia ingin mengadukan prilaku istrinya itu kepada Umar bin Khathab. Dengan ini, barangkali Umar Sang Khalifah akan memberikan teguran, atau minimal nasehat kepada istrinya supaya tidak kembali mengulangi perbuatannya.

 

Sesampai di depan pintu rumah Umar, dia terhenti. Mulanya ia ingin mengetuk pintu, namun urung dilakukan. Ia mendengar Umar bin Khathab sedang dimarahi oleh istrinya. Umar nampak diam dan menerima segala kata-kata pedas yang dialamatkan kepadanya.

 

Pemuda itu termenung. Lalu ia berkata dalam hati, “Umar saja, sang khalifah umat Islam dimarahi oleh istrinya, apalagi saya?” Dia jadi malu untuk mengadukan nasibnya. Ternyata apa yang terjadi pada dirinya, sama juga yang terjadi pada diri Umar.

 

Ia lantas membalikkan badan dan berniat untuk pulang. Tibda-tiba saja, pintu rumah Umar terbuka. Umar melihat pemuda itu dan bertanya, “Ada apa? Apa yang bisa dibantu”? Sahabat itu menjawab, “Tidak ada apa-apa wahai Amirul Mukminin”. “Jika tidak ada sesuatu apapun, mengapa kamu ke sini?” Kata umar. Pemuda itu menjawab, “Sebenarnya saya ingin mengadukan prilaku istri saya. Baru saja saya dimarahi istri saya di rumah. Kata-kata istri saya cukup menyakitkan. Tapi tatkala saya datang kemari, ternyata engkau wahai Amirul Mukminin, juga dimarahi istri. Hanya yang membuatku heran, mengapa engkau diam saja?: Umar menjawab, “Wahai pemuda, istrimu itu telah mendidik anak-anak, membersihkan rumah, memasak masakan untukmu, menyucikan bajumu, mengurusi berbagai persoalan rumah tangga. Ia tidak pernah menuntut apapun kepadamu. Apakah layak bagimu untuk kembali memarahinya?”. Pemuda itu terdiam. Dia merenungi apa yang dikatakan Umar. Lalu ia mohon izin untuk kembali ke rumahnya.

 

Istri adalah permata bagi seorang suami. Ia bidadari dunia dan akhirat. Ia pahlawan dalam kehidupan rumah tangga. Bayangkan saja, seorang istri mengurusi semua urusan keluarga. Ia memasak, membersihkan rumah, mencuci baju, menyetrika, mengurusi anak-anak, memandikan, mendidik dan masih banyak lagi pekerjaan rumah tangga.

 

Hebatnya lagi, seorang istri mampu melakukan semua pekerjaan itu sendirian tanpa bantuan siapapun. Hebatnya lagi, ia bisa bekerja sepanjang hari tanpa ada hari libur. Jadi, tidak ada cuti bagi seorang istri. Tatkala ia mempunyai anak kecil, malam pun ia luangkan waktu untuk mengasuh anaknya. Tidurnya bukan seperti suami, yang lelap dari awal hingga pagi hari. Ia tidur sambil menyusui anak kecilnya. Tatkala si kecil rewel, ia segera bangun untuk memeluk dan memberinya asi. Bahkan jika si anak masih rewel, ia akan bangun berdiri untuk mengendong si kecil sambil memberinya asi.

 

Istri sungguh pahlawan keluarga. Saat suami letih dengan peluh mengucur di tubuhnya, namun semua penat itu hilang seketika tatkala ia pulang disambut dengan kehangatan dan senyuman istri.  ketika ia gundah gulana dan menghadapi tekanan pekerjaan yang kadang membosankan, istri menjadi tempat bernaung. Istri membuat hati suami tentang dan hari-hari penuh dengan keceriaan.

 

Istri adalah pahlawan keluarga. keberhasilan seorang suami banyak ditentukan oleh dukungan istri. Motivasinya, memberikan energi tak terkira bagi seorang suami. Perhatiannya yang luar biasa bagi suami, memberikan tenaga dorong yang sangat dahsyat sehingga suami mampu dapat melewati berbagai rintangan dalam mengaruhi bahtara kehidupan. Ia adalah istriku, pendamping hidupku, menemaniku dalam setiap waktu. Terimakasih, karena engkau telah sudi menjadi bagian dari jiwaku.

 

Lebih dari itu, ia adalah istri yang selalu mengingatkan suami untuk dekat dengan Yang Maha Kuasa. Istri yang sangat khawatir suaminya mendapatkan harta yang tidak diridhai Allah. Istri takut suami mendapatkan harta haram yang akan masuk ke dalam darah darging keluarga. Istri yang selalu mengikatkan suami tatkala lalai dengan Allah, istri  yang selalu mendampingi suami untuk dekat kepada-Nya. Istri yang bersama-sama berjuang bersama suami dalam mendidik anak-anak dan membina keluarga demi terwujudnya keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah. Istri seperti ini, yang akan abadi, menjadi pendamping suami sampai di akhir nanti. Ia adalah bidadari surga.

 

Terimakasih Istriku

Yang telah menerimaku menjadi bagian dari belahan jiwamu

=======================
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

Open