Monday, April 6, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Idealisme Khilafah Islamiyah

Islamic_Khilafah_Unite_as_One_Ummah__

Belakangan, gerakan Islam yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah semakin meningkat. Tidak hanya terbatas pada Hizbu Tahrir saja, namun juga gerakan Islam semacam Ikhwan muslimin dan sempalan-sempalan dari gerakan al qaidah.

Jika dilihat dari sejarahnya, pada masa Rasulullah saw, Khulafaurasyidin dan Khalifah Bani Umayah, umat Islam hanya mempunyai satu  Khilafah saja. Sementara pada awal dinasti Abasiyah, dunia Islam sudah terpecah menjadi dua, Khilafah Islamiyah yang satu berpusta di Bagdad, dan satu lagi Khilafah Islamiyah Bani Umayah  di Cordova. Sementara di akhir khilafah Abasiyah, umat Islam sudah tercabik-cabik menjadi bebepara Khilafah.

Pasca mongol menghancurkan Bagdad, dunia Islam makin tercabik-cabik. Praktis, setiap wilayah mempunyai pimpinan sendiri yang semuanya mengaku sebagai Khalifah.

Kemudian dapat disatukan lagi pada masa Turki Usmani, itupun wilayah India dan juga dunia Islam sebelah Timur, secara geo politik tidak masuk dalam bawahan Khilafah Islamiyah. Sejak 1924, Khilafah Islamiyah dibubarkan oleh Mustafa Kalam Atartuk. Dunia Islam kembali terpecah-pecah. Ini berlangsung  hingga saat ini.

Banyak gerakan Islam yang bercita-cita agar Khilafah Islamiyah kembali didirikan. Memang ide yang sangat bagus. Hanya nampaknya kita perlu realistis bahwa saat ini sudah bukan masanya ekspansi wilayah kekuasaan dengan kekuatan militer. Jika penyatuan negara Islam dengan cara itu, maka yang terjadi adalah perang saudara.

Apalagi banyak dunia Islam dibawah bayang-bayang kekuatan asing, baik kekuatan yang di Barat maupun yang di Timur.

Menyatukan dunia Islam dengan satu pucuk pimpinan dan menjadi satu kesatuan dalam satu tatanan negara, menjadi hal yang sangat sulit.

Namun bisa saja kita ambil spirit dari Khilafah itu sendiri, yaitu persatuan umat Islam. Semua sepakat bahwa dunia Islam harus bersatu. Banyak manfaat yanhg akan didapatkan dengan bersatunya dunia Islam. Persatuan tersebut tidak harus dengan cara meleburkan antara satu negara dengan negara lainnya. Karena ini akan sangat sulit terwujud. Kesatuan negara Islam dapat dilakukan dengan membentuk suati wadah bersama antar negara Islam.

Sesungguhnya wadah tersebut sudah ada, yaitu OKI. Tinggal kemudian OKI dimanfaatkan secara maksimal, dilakukan berbagai kerjasama antara negara-negara Islam, baik dalam bidang ekonomi, politik, militer, sosial budaya, pendidikan, dan lain sebagainya. Sang KhalifahN bergilir  dari satu negara ke negara yang lain.

Jika ini terjadi, sama artinya Khilafah itu sudah terbentuk dengan sendirinya tanpa kita harus melakukan ekpsansi militer.

Kita contoh saja Uni Eropa, bagaimana kumpulan sekian negara tersebut dapat bersatu dan saling kerjasama. Meski demikian, setiap negara mempunyai kekhasan sendiri. Ada budaya lokal yang tidak perlu harus diberangus dengan jargon persatuan. Ada pasar bersama, mata uang bersama, parlemen bersama dan lain sebagainya. Sekarang, meski tetap banyak negara, mereka sudah bagai satu negara.

Itulah barangkali Khilafah Islamiyah yang saat ini lebih realistis. Semoga dengan bersatunya umat Islam, dunia Islam tidak mudah tercabik-cabik dan umat dapat tegak berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa dunia lainnya.

Comments

comments

 border=
 border=

One comment

  1. Model Khilafah di atas ala OKI adalah khilafah abal-abal…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

1 × two =

*