Monday, September 21, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Ibu Sakit dan Meninggal Belum Sempat Qadha, Bagaimanakah?

Waalaikum salam
Bagi orang sakit parah, atau orang tua yang sudah tidak kuat puasa maka puasa ramadhan diganti dengan membayar fidyah.

Hal ini berdasarkan dalil berikut:

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,

هُوَ الشَّيْخُ الْكَبِيرُ وَالْمَرْأَةُ الْكَبِيرَةُ لاَ يَسْتَطِيعَانِ أَنْ يَصُومَا ، فَلْيُطْعِمَانِ مَكَانَ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا

“(Yang dimaksud dalam ayat tersebut) adalah untuk orang yang sudah sangat tua dan nenek tua, yang tidak mampu menjalankannya, maka hendaklah mereka memberi makan setiap hari kepada orang miskin.” (HR. Bukhari no. 4505).

Adapu besaran fidah, tiap hari memberi makan 1 porsi lengkap dengan lauk kepada orang miskin.
Jika ia tidak puasa 30 hati bearti membayar fidyah 30 porsi makan lengkap dengan lauk pauk.
Fidyah tadi boleh dibayarkan dengan uang, artinya perhari seharga satu piring makan lengkap dengan lauknya. Wallahu a’lam

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

12 + 3 =

*