Tuesday, October 27, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Hukum Oral Seks Bagi Suami Istri

Salam
Tad mau tanya hukum oral seks bagi suami istri?
Mohon jawabannya.

Waalaikum salam
Secara umum, semua yang dilakukan suami istri adalah halal kecuali ada dalil yang menunjukkan atas keharamannya. Hal ini berdasarkan firman Allah berikut ini:

هن لباس لكم وأنتم لباس لهن) [البقرة: 187].

mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. (QS. Al Baqarah: 187

وقال: (نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم) [البقرة: 223
Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki (QS. Al Baqarah: 223)

Juga Sabda Rasulullah Saw

وقد كان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لي حين استأذنته هل تزوجت بكرا أم ثيبا فقلت تزوجت ثيبا فقال هلا تزوجت بكرا تلاعبها وتلاعبك قلت يا رسول الله توفي والدي أو استشهد ولي أخوات صغار فكرهت أن أتزوج مثلهن فلا تؤدبهن ولا تقوم عليهن فتزوجت ثيبا لتقوم عليهن وتؤدبهن .

Dalam riwayat lain dari Bukhari (2805) dan Muslim (715): Jabir berkata, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda kepadaku tatkala aku meminta izin kepadanya, ‘Apakah engkau menikahi gadis atau janda? ‘ Aku menjawab, “Aku menikahi seorang janda. ” Beliau bersabda, “Mengapa engkau tidak menikahi gadis sehingga engkau bisa mencumbuinya dan ia pun mencumbuimu? ” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, orangtuaku wafat atau syahid sedangkan aku memiliki saudara-saudara perempun yang masih kecil. Karena itu aku tidak ingin menikahi seorang wanita yang sepantar dengan mereka sehingga tidak bisa mengajari dan mengurus mereka. Makanya, aku menikahi seorang janda agar ia bisa mengurus dan mengajari saudara-saudara perempuanku. (HR. Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan ayat dan hadis di atas, para ulama mengatakan bahwa oral seks hukumnya halal. Dalam kaedah ushul disebutkan:

الاصل فى الاشياء الاباحة
Prinsip dalam segala sesuatu adalah halal

Terkait hal ini, dalam kitab Al Mugni, imam Ibnu Qudamah dari madzhab Hambali mengatakan sebagai berikut:

ويستحب أن يلاعب امرأته قبل الجماع لتنهض شهوتها فتنال من لذة الجماع مثل ما ناله، وقد روي عن عمر بن عبد العزيز عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: لا تواقعها إلا وقد أتاها من الشهوة مثل ما أتاك لكيلا تسبقها بالفراغ ـ قلت: وذلك إلي ؟ ـ قال: نعم إنك تقبلها وتغمزها وتلمزها فإذا رأيت أنه قد جاءها مثل ما جاءك واقعتها.. انتهى كلام

Sebelum hubungan intim baiknya seorang suami bermanja manja dulu dengan istrinya supaya nafsu syahwatnya naik dan mereka dapat menikmati lezatnya bersetubuh.
Diriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz dari nabi Muhammad Saw bahwa beliau bersabda, “janganlah kalian melakukan senggama dengan istri kalian sampai istri kalian sudah terangsang, sebagaimana istri kalian juga telah memberikan rangsangan ke kalian supaya tidak terasa hampa. Saya bertanya, itu untukku juga? Beliau menjawab, ya. Hendaklah kamu menciumnya, merangsangnya, dan memainkannya. Jika kamu melihat dia sudah terangsang maka silahkan kian bersetubuh.

Terkait hal ini juga ada perkataan ulama sebagai berikut:

قال ابن عابدين – الحنفي – في “رد المحتار”: “سَأل أبو يوسف أبا حنيفة عن الرجل يمس فرج امرأته وهي تمس فرجه ليتحرك عليها هل ترى بذلك بأساً؟ قال: لا, وأرجو أن يعظم الأجر”.
Ibnu Abidin yang bermadzhab Hanafi berkata dalam kitab raddul Mukhtar, abu Yusuf bertanya kepada Abu Hanifah tentang seorang laki-laki yang menyentuh kemaluan perempuan untuk membangkitkan syahwatnya, apakah boleh?
Abu Hanifah menjawab, tidak apa apa. Semoga mereka yang melakukan ini dapat pahala besar.

وقال القاضي ابن العربي – المالكي -: “قد اختلف الناس في جواز نظر الرجل إلى فرج زوجته على قولين: أحدهما: يجوز: لأنه إذا جاز له التلذذ فالنظر أولى … وقال أصبغ من علمائنا: يجوز له أن يلحسه – الفرج – بلسانه”.

Qadhi Ibnu Al arabi dari madzhab Maliki berkata, terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama terkait hukum bolehnya seorang suami melihat kemuan istrinya. Pertama, boleh. Jika mencari kenikmatan darinya saja boleh, apalagi sekadar melihat, tentu ini lebih boleh lagi.

Asbag dari ulama madzhab Hanafi berkata: boleh memainkan kemaluan wanita dengan mulutnya.

وقال في “مواهب الجليل شرح مختصر خليل”: “قيل: لأصبغ: إن قوماً يذكرون كراهته: فقال من كرهه إنما كرهه بالطب لا بالعلم، ولا بأس به وليس بمكروه,

Dalam kitab mawahibul Jalil syarh mukhtashar Khalil dikatakan, asbag ditanya, Banyak orang yang tidak menyukainya (memainkan kemaluan dengan mulut). Dia menjawab, yangbtidak suka itu berlandaskan dari kedokteran, bukan dari ilmu pengetahuan. Padahal itu tidak apa apa dan bukan perkara makruh.

وقد روي عن مالك أنه قال: “لا بأس أن ينظر إلى الفرج في حال الجماع”، وزاد في رواية: “ويلحسه بلسانه”.

Diriwayatkan dari imam Malik bahwa dia berkata, tidak apa apa melihat kepada kemaluan wanita saat jimak.
Dalam riwayat lain dikatakan, dan boleh juga memainkan kemaluan wanita dengan mulutnya.

وقال الفناني – الشافعي -: “يجوز للزوج كل تمتع منها بما سوى حلقة دبرها, ولو بمص بظرها”.
Al fanani dari madzhab Syafi’i berkata, seorang suami boleh melakukan apa saja kepada istrinya kecuali memasukkan kemaluan ke dubur istrinya. Menyedot kemaluan dengan mukutnya juga boleh.

وقال المرداوي – الحنبلي – في “الإنصاف”: “قال القاضي في “الجامع”: يجوز تقبيل فرج المرأة قبل الجماع, ويكره بعده… ولها لمسه وتقبيله بشهوة، وجزم به في “الرعاية” وتبعه في “الفروع” وصرح به ابن عقيل”.

Al mardawi yang bermadzhab Hambali dalam kitab Al insyaf berkata, Al Qadhi dalam kitab Al kami berkata, boleh suami mencium kemaluan istrinya sebelum jimak. Tapi makruh setelah jimak. Bagi istri juga boleh menyentuh kemaluan suaminya, menciumnya dengan syahwat.
Pendapat ini dikuatkan lagi dalam kitab arriayah dan juga kitab Al furu yang didukung oleh imam Ibnu uqail.

Prinsipnya adalah boleh. Yang diharamkan ada dua, memasukkan kemaluan ke dubur, dan memasukkan kemaluan ke qubul (kemaluan perempuan) saat haid.
Wallahu a’lam

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

4 × 4 =

*