Tuesday, August 4, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Hukum Menikahi Wanita Hamil

assalamu alaikum

Izin bertanya, boleh kah kita menikahi wanita yang sedang hamil

waalaikum salam

Wanita dalam kondisi hamil tanpa suami ada dua macma, 1) wanita yang hamil karena ditinggal mati suami atau dicerai suami dalam keadaan hamil. Bagi wanita yang dalam kondisi seperti ini, ia haram nikah sampai ia melahirkan. Posisinya sedang iddah dan idah wanita hamil ketika ditinggal suaminya atau ditalak adalah dengan menunggunya sampai melahirkan. Dalilnya firman Allah sebagai berikut:

 

وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ

Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. [ath-Thalaq/65:4].

Kelompok kedua, wanita yang hamil akibat perbuatan zina. Ulama berbeda pendapat antara bolehnya menikahi wanita dalam keadaan hamil di luar nikah atau menunggu hingga ia melahirkan.

Di madzhab Syafii, termasuk yang menjadi hukum dalam kompilasi hukum Islam di Indonesia bahwa seorang laki-laki boleh menikahi wanita yang hamil akibat perbuatan zina jika laki-laki tersebut adalah orang yang menghamilinya. Jika ia bukan orang yang menghamilinya, maka tidak boleh.

Dasar dari pendapat ini adalah hadis Rasulullah SAW.

من كان يؤمن بالله واليوم الأخر فلا يسقين ماءه زرع أخيه

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali menyiram air (maninya ) pada lahan tanaman (rahim) orang lain  (HR Abu Dawud).

Dasar hukum yang dipakai adalah kitab al-Bajuri yang menyebut seorang lelaki menikahi perempuan yang hamil karena zina sah hukumnya. Boleh me-wathi sebelum melahirkannya. Wallahu a’lam

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

seventeen + three =

*