Monday, September 21, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Hukum Membaca Fatihah, Tapi Hati Istigfat

Assalamualaikum

ustadz.
Mau tanya.
Jadi gini. Tadi kan adek kelas ana tanya ke ana.

Dia mau sholat isya’ berjama’ah dimasjid (posisinya masih dirumah), tapi sudah terdengar iqamah dari masjid. Otomatis kan dia lari dari rumah menuju masjid . Setelah sampai dimasjid, napasnya ngos”an (soalnya habis lari). Waktu sholat bibirnya membaca alfatihah, tapi dihatinya dia membaca istighfar (yah semacam mengatur napasnya yang nggak beraturan).
Yang jadi pertanyaan, itu boleh nggak?.
Waalaikum salan
Di madzhab Syafii, di antara rukun shalat adalah membaca surat al fatihah. Hal ini berdasarkan hadis berikut:
لا صلاةَ لمن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ
“tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaab” (HR. Al Bukhari 756, Muslim 394)
didukung juga sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
كلُّ صلاةٍ لا يُقرَأُ فيها بأمِّ الكتابِ ، فَهيَ خِداجٌ ، فَهيَ خِداجٌ
“setiap shalat yang di dalamnya tidak dibaca Faatihatul Kitaab, maka ia cacat, maka ia cacat” (HR. Ibnu Majah 693, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).
Membaca, maksudnya adalah apa yang terdengar di bibir, bukan apa yang terdetak dalam hati. Membaca fatihah bearti mengucapkan surat al fatihah dari bibir. Jika di bibir membaca fatihah, maka hati juga harus baca fatihah agar shalat khusu.
Namun jika atau pikiran ke mana, sementara bibir membaca fatihah, shalat tetap sah.

Dalilnya sebagai berikut:
لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ
“… Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya ….” (Al-Baqarah: 286).
Sesuatu yang dalam hati, berarti belum diusahakan. Setelah keluar dari mulut, itulah yang ia usahakan. Sabda Nabi:
إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لأُمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا مَا لَمْ يَتَكَلَّمُوا أَوْ يَعْمَلُوا بِهِ
“Allah memaafkan umatnya dari apa yang terlintas dalam hatinya selama tidak diucapkan maupun dikerjakan.” (HR. Muslim)
Ungkapan dalam hati belum dianggap, kecuali telah diungkapkan. Jadi mulut harus bergerak terdengar suara lirih. Wallahu a’lam.

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

seventeen − 3 =

*