Tuesday, September 17, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Hukum Melukis

Ustadz minta penjelasan hadits ini:

 

“Sesungguhnya yang melukis gambar ini akan disiksa kelak pada hari kiamat, dan kepada mereka akan dikatakan, ‘Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan.'” Dan beliau juga bersabda: “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar, maka rumah itu tidak akan dimasuki malaikat.”

 

Apakah membuat gambar yg bernyawa itu haram mutlak?

 

Waalaikum salam

Untuk membuat gambar, para ulama membagi menjadi berikut:

  1. Yaitu menggambar sesuatu yang bermanfaat seperti kaligrafi al-Quran atau hadis-hadis rasulullah, kaligrafi asmaul husna dan lain sebagainya. Bahkan bisa jadi, menggambar seperti ini dianjurkan karena bagian dari syiar Islam.
  2. Menggambar sesuatu yang tidak bernyawa, seperti pohon, batu, gunung dan lain sebagainya. Para ulama membolehkan.
  3. Menggambar sesuatu yang bernyawa seperti manusia dan binatang. Di sini ada dua pendapat. Pertama mengharamkan dan kedua membolehkan dengan syarat. Yang mengharamkan, biasanya menggunakan hadis seperti yang disebutkan oleh penanya, yaitu hadis berikut ini:

 

 

مَنْ صَوَّرَ صُورَةً فِي الدُّنْيَا كُلِّفَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنْ يَنْفُخَ فِيهَا الرُّوحَ وَلَيْسَ بِنَافِخٍ

Barangsiapa menggambar suatu gambar di dunia maka pada hari kiamat akan dibebankan kepadanya untuk meniupkan ruh ke dalamnya sedangkan ia tidak akan sanggup meniupkan ruh. (HR. Bukhari-Muslim)

 

Sementara itu, bagi yang membolehkan dengan syarat, memaknai kata surah seperti dalam lafal hadis di atas, bukan gambar tapi patung dan dibuat untuk tujuan disembah. Pendapat ini oleh diungkapkan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab fathul bari dan juga

Imam Abu Muhammad Al-Juwaini menerangkan bahwa membuat gambar yang terlarang, sesungguhnya ada sebabnya bahwa gambar tersebut untuk disembah. Pendapat ini sama dengan yang diungkapkan oleh Imam Thabari, yaitu memaknai mushawir sebagai orang menggambar atau membuat sesuatu guna disembah. Ulama kontemporer yang berpendapat demikian di antaranya adalah Syaih Yusuf al-Qaradhawi.

Jadi larangan tersebut, sesungguhnya ada illatnya, yaitu factor disembah itu. Jika gambar tidak untuk disembah, maka ia menjadi boleh. Dalam kaedah ushul disebutkan:

الحكم يدور مع علته وجودا وعدما

Ada tidaknya ketentuan hokum sangat bergantung kepada illat.

 

Selain karena tidak untuk disembah, gambar tadi juga tidak menimbulkan maksiat. Jika gambar ada unsur maksiat, maka menggambar tadi menjadi diharamkan. Wallahu a’lam

 

 

==========
Bagi yang hendak wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun yang diasuh oleh Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +20112000489

Dapatkan berbagai konten islami di aplikasi Tanya Jawab Agama yang dapat didownload di PlayStore:https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aridzon.tanyajawabagama

 

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

4 × 1 =

*