Saturday, October 19, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Hukum Lafal Ijab Kabul dengan Tulisan

wiwit-heri-7      Madzhab Hanafi berpendapat bahwa akad nikah dengan tulisan, dapat digolongkan ke dalam dua bangian.

 

Pertama, ungkapan lafal akad di mana salah satu dari mempelai sedang tidak ada di tempat, seperti calonsuami di Indonesia, sementara calon istri ada di Mesir.

 

Kedua, ungkapan akad nikah dengan tulisan, sementara kedua mempelai ada di tempat.

 

Ungkapan akad dengan tulisan, jika memang salah satu dari kedua mempelai tidak ada di tempat diperbolehkan. Namun jika kedua-duanya ada di tempat, maka akad dengan tulisan tidak diperbolehkan.

 

Madzhab Hambali dan Syafi’i mengatakan bahwa akad nikah dengan tulisan, hanya dibolehkan  ketika salah satu mempelai tidak ada di tempat. Menurut mereka, barangsiapa yang dapat mengungkapkan lafal akad nikah dengan lisan, maka dia harus mengungkapkannya dengan lisan.[1]

 

Madzhab Hanafi menambahkan bahwa ungkapan akad nikah dengan tulisan diperbolehkan bagi mempelai yang tidak ada di tempat, dengan tujuan untuk mempermudah urusan pernikahan.[2]

 

Gambaran masalahKondisiMadzhabHukum
Lafal Ijab Kabul dengan Tulisan

 

Ketika salah satu mempelai tidak ada di tempatSemua madzhabSah
Ketika semua mempelai ada di tempatTidak sah

 



[1]                      Ibid.

[2]                      Ibid, dan lih. Dr, Fikriyah Ahmad Said, op. cit., hal. 85-86

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

twelve − 12 =

*