Thursday, December 3, 2020
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Hukum Hibah Orang Tua Kepada Anak

Assalamualaikum ust
Misal Ibu pas masih hidup menghibahkan tanah atau rumah ke anak A dengan saksi kepala desa dan sekdes -ada Surat hibah- tanpa sepengatahuan anak yg lain CDE. Apakah sah
[4/11 07.50] Wahyudi Abdurrahim: Hibah adalah memberi sesuatu kepada orang lain. Syaratnya bahwa barang tersebut memang menjadi miliknya. Hibah dibolehkan berdasarkan dalil berikut:

فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا

Yang bermaksud: “Kemudian jika mereka dengan suka hatinya memberikan kepada kamu sebahagian daripada maskahwinnya maka makanlah (gunakanlah) pemberian (yang halal) itu sebagai nikmat yang lazat, lagi baik kesudahannya.” (Surah al-Nisa’: 4)

Al-Hadis

Hadis daripada Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah SAW bersabda:

تَهَادُوا تَحَابُّوا

Yang bermaksud: “Saling memberi hadiahlah kamu nescaya kamu akan saling sayang-menyayangi.” (HR. Al-Bukhari)

Dalam hibah, tidak ada syarat harus ada saksi dan harus dituliskan.

Untuk orang tua, juga boleh memberikan harta hibah kepada anaknya. Namun karena hibah harta orang tua kepada anak cukup riskan dan ketika orang tua meninggal, bisa rawan konflik, sebaiknya harta hibah kepada anak diketahui saudara lainnya.
Jika tidak diketahui saudara lainnya, khawatir dianggap mengambil harta waris yang menjadi hak ahli waris.

Jika anak anak tidak tau, tapi ada bukti lain berupa surat dan saksi, maka surat dan saksi itu menjadi sah, meskipun anak-anak lainnya tidak tau. Harta tadi dah sebagai harta hibah.

Syarat orang tua memberi hibah kepada anaknya, orang tua memberikan harta tsb ketika ia sehat dan bukan ketika ia sakit. Jika ia sakit, bisa dianggap sebagai upaya untuk menghalangi anak lainnya mendapatkan waris. Maka hak ini dilarang
Wallahu a’lam

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

seventeen − eight =

*