Wednesday, July 24, 2019
Artikel Terbaru
 border=
 border=

Hukum Halal Bi Halal

Ust mau tanya, halal bi halal, apakah boleh?

 

Jawab:

Halal bi haklal adalah tradisi masyarakat Indonesia. tradisi ini sudah lama dan turun temurun. Tidak tau, kapan mulai munculnya istilah ini dan tradisi ini.

Halal bi halal, biasanya dilaksanakan pada bulan syawal. Istilah halal bi halal, memang menggunakan lafal arab, tapi orang Arab sendiri sesungguhnya tidak paham. Karena ia bukan tradisi mereka dan tidak ada di masyarakat Arab. Halal bi halal itu khas Indonesia.

 

Umumnya, acara halal bi halal digunakan untuk saling sungkep, saling silaturrahmi dan saling memaafkan antar sesame keluarga, atau sesama saudara muslim.

Jika menengok zaman nabi, istilah dan tradisi ini juga tidak ada. Hanya saja, jika dilihat dari substansinya, sesungguhnya apa yang terkandung pada acara halal bihalal adalah bagus. Lagi pula, tidak semua tradisi terlarang. Tradisi yang baik, bagian dari hokum syariat.

Imam Asy-Syathibi pernah mengatakan sebagai berikut:

وإن العاديات من حيث هي عادية لا بدعة فيها، ومن حيث يُتعبَّد بها أو تُوْضع وضْع التعبُّد تدخلها البدعة.

“Dan sungguh adat istiadat dari sisi ia adat, tidak ada bid’ah di dalamnya. Tapi dari sisi ia dijadikan/diposisikan sebagai ibadah, bisa ada bid’ah di dalamnya.

 

Tentu tidak ada yang menganggap halal bi halal sebagai ibadah. Ia adalah bentuk interaksi kepada sesama muslim. Ia bagian dari muammalah. Sementara itu, terkait dengan muammalah, hokum asalnya adalah boleh sebagaimana kaedah ushul berikut ini:

الاصل فى المعاملات الاباحة الا ما ورد الشرع بتحريمها

Prinsip dari muammalah adalah boleh kecuali ada dalil yang melarangnya

 

Sebagaimana disampaikan di atas, bahwa halal bi halal bagian dari silaturrahmi sesame anak adam. Terkait hal ini, rasulullah saw bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi Muhammad saw juga bersabda:

الرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَقُولُ مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللَّهُ

“Ar-rahim itu tergantung di Arsy. Ia berkata: “Barang siapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya. Dan barang siapa yang memutusku, maka Allah akan memutus hubungan dengannya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hala hi halal, juga ada saling berjabat tangan. Hal ini dianjurkan oleh Islam sebagaimana sabda nabi Muhammad saw berikut ini:

عَنِ الْبَرَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا

Dari al-Bara’ (bin ‘Azib) ia berkata: Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam– bersabda: “Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan, melainkan keduanya sudah diampuni sebelum berpisah.” (HR. Abu Dawud)

Halal bi halal juga upaya untnuk saling memaafkan. Hal ini juga diajarkan oleh hokum syariat, sebagai mana sabda rasulullah saw berikut ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا؛ فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلا دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw  bersabda: “Barang siapa melakukan kezhaliman kepada saudaranya, hendaklah meminta dihalalkan (dimaafkan) darinya; karena di sana (akhirat) tidak ada lagi perhitungan dinar dan dirham, sebelum kebaikannya diberikan kepada saudaranya, dan jika ia tidak punya kebaikan lagi, maka keburukan saudaranya itu akan diambil dan diberikan kepadanya”. (HR. al-Bukhari)

 

Kesimpulan dari apa yang saya sapaikan di atas, bahwa halal bi halal hukumnya boleh. Tentu selama dalam acara-acara tersebut tidak ada sesuatu yang melanggar hokum syariat. wallahu a’lam

 

===================
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Comments

comments

 border=
 border=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

12 + thirteen =

*